Kendalikan Populasi, Anjing dan Kucing Disterilisasi

  • Whatsapp
BUPATI Tamba saat memantau sterilisasi dan vaksinasi rabies terhadap anjing dan kucing milik warga. Foto: ist
BUPATI Tamba saat memantau sterilisasi dan vaksinasi rabies terhadap anjing dan kucing milik warga. Foto: ist

JEMBRANA – Meski di tengah Pandemi covid-19, upaya mencegah kasus rabies di Jembrana tetap dilaksanakan. Dalam dua hari ini, Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana bekerjasama dengan Yayasan Seva Bhuana menggelar sterilisasi dan vaksinasi rabies gratis dengan menyasar anjing dan kucing milik warga.

Tujuannya mengantisipasi munculnya kasus rabies. Selain itu untuk mengontrol populasi khususnya anjing dan kucing liar. Pelaksanaan hari kedua, Jumat (13/8/2021), dipantau langsung Bupati Jembrana, I Nengah Tamba.

Bacaan Lainnya

Ketua Yayasan Seva Bhuana, drh. Nana Dianita, mengatakan, Ada tiga kegiatan utama yang dilaksanakan dalam dua hari di Jembrana. Pertama, sterilisasi pada anjing dan kucing betina. Kedua, pengangkatan testikel pada anjing dan kucing jantan serta proses vaksinasi rabies.

“Tujuan kegiatan ini untuk mengontrol populasi agar tidak banyak anjing dan  kucing liar. Jadi populasi bisa ditekan sekaligus kasus rabies juga kita antisipasi agar tidak mewabah,” terang Nana Dianita.

Dia menambahkan, kegiatan ini sempat lama vakum karena  situasi pandemi Covid-19. Baru kali ini bisa digelar kembali bekerjasama  dengan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Jembrana. ‘’Jadi sambil kita lakukan seterilisasi juga, pihak dinas melaksanakan  vaksinasi untuk mencegah kasus rabies,’’ jelasnya.

Baca juga :  Aksar Sasar Milenial Jadi Penggerak Ekonomi Loteng

Sementara Bupati Nengah Tamba menyambut baik kegiatan yang terselenggara di dua tempat di Jembrana. Menurutnya, kewaspadaan akan munculnya wabah penyakit harus selalu ditingkatkan. Tidak hanya berperang akan penyebaran Covid-19 meski dimasa pandemi, tapi juga akan munculnya wabah lainnya termasuk rabies.

‘’Jadi saya ucapkan terima kasih kepada pihak yayasan yang telah membantu kami di Jembrana. Saya kira kegiatan ini sangat baik. Jadi tidak hanya menekan populasi satwa liar, tapi mencegah kasus rabies. Termasuk sisi edukasi kepada masyarakat bagaimana penanganan satwa peliharaan,’’ kata Tamba.

Kegiatan selama dua hari itu, sebanyak 138 ekor anjing dan kucing mendapatkan vaksinasi rabies serta 67 ekor disterilisasi/kastrasi. man

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.