KARANGASEM – Dalam rangka peringatan HUT Kemerdekaan RI, keluarga Joger menggelar kegiatan kerja bakti bersih-bersih sampah dan upacara bendera di areal Pura Pasar Agung, Selat Sebudi.
Selain itu, keluarga Joger juga berpartisipasi menyumbang tong sampah serta imbauan membuang sampah, yang berisikan kata-kata nasihat khas Joger.
Joseph Theodorus Wulianadi atau yang biasa dipanggil Mr. Joger, mengatakan, kegiatan ini sebenarnya diawali sejak tanggal 16 Agustus dengan ngaturang piuning. Mereka kemudian berkemah sambil bersih-bersih.
Kemudian Rabu (17/8/2022), anggota keluarga Joger bergabung dengan Mapala, rekan Forki, dan rekan pemandu wisata, pemegang saham Joger, kurang lebih 150 orang.
“Kegiatan kami bagi sesuai plotnya masing-masing. Dari areal pura ke atas, kemudian jalur pendakian, kemudian di lokasi parkir dan ke bawah sejauh satu kilometer. Bersih-bersihnya sampah organik dan nonorganik, dan kami sudah koordinasi dengan pihak wilayah bersangkutan,” jelasnya.
Lebih jauh diutarakan, bersih-bersih di pura merupakan bagian memperingati 17 Agustus. Sebelumnya, setiap hari Kamis Joger melaksanakan kerja bakti kebersihan di pantai.
“Kami akan rencanakan kembali setelah melihat di mana wilayah kawasan yang pantas dan perlu dibersihkan. Selain itu, kami memantau lokasi mana yang pantas dibersihkan,” sambungnya.
“Jangan percaya begitu saja, tapi jangan tidak percaya begitu saja,” celetuk Pak Joger di sela-sela sebelum kegiatan.
Dia berujar kegiatan kerja bakti sebenarnya tradisi, artinya sesuatu yang biasa dilakukan, tapi ternyata baik dan bermanfaat. Mengingat kondisi lingkungan yang memang harus dijaga, dia menilai kita sebagai makhluk sosial wajib menjaga kebersihan lingkungan demi terciptanya lingkungan yang nyaman.
“Kalau sudah bersih pasti nyaman. Kegiatan biasanya diisi pelepasan ikan kalau di tempat-tempat lain ada yang demikian. Namun, sekarang kondisi tidak mengizinkan,” ucapnya.
Suara Arsana selaku Humas Pura Pasar Agung menambahkan, sampah yang dipungut oleh Joger lebih kurang dua mobil engkel. Sampah diambil Unit Pengelola Sampah Berbasis Sumber Desa Amerta Bhuawan, Selat, Karangasem.
“Sampahnya itu kami yang ambil sekarang dengan judul berbasis sumber,” jelas mantan Perbekel Desa Amertabhuana tiga periode tersebut. nad
























