DENPASAR – Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar di Bali mulai langka sejak beberapa hari terakhir, setidaknya terlihat dari antrean di setiap SPBU yang menjalar hingga keluar SPBU. Kelangkaan terjadi tidak hanya di satu daerah di Bali, tetapi terjadi dari Kota Denpasar hingga Kabupaten Karangasem.
Salah seorang sopir truk, I Gede Saptiawan, mengaku sampai puyeng karena harus antre hampir dua jam di SPBU Subagan, Karangasem, untuk mendapatkan solar karena di SPBU yang lain tidak ada solar. ‘’Antreannya kurang lebih 500 meter banyak banget truk yang antre, karena cuma di sini saja ada solar di tempat lain sudah habis,’’ kata Saptiawan, Senin (5/12/2022).
Sopir truk lainnya, I Gede Januarta juga mengatakan hal yang sama. Bahkan ia mengaku sudah beberapa hari tidak mengirim pasir karena tidak dapat bahan bakar. ‘’Dua hari yang lalu saya sempat ke sini dan beberapa SPBU lainnya tapi semuanya habis. Jadi terpaksa tidak ngirim pasir dulu,’’ ungkapnya.
Januarta juga mengatakan untuk mendapatkan solar kuotanya juga dibatasi hanya boleh mengisi maksimal Rp250 ribu. Bahkan di beberapa SPBU lainnya ada yang hanya boleh isi Rp100 ribu. ‘’Sudah antre berjam-jam kuota juga dibatasi. Isi Rp250 ribu untuk ngirim ke wilayah Gianyar pulang pergi sudah habis,’’ sungutnya.
Terkait kejadian tersebut, Cholishon Liwajhillah selaku Pjs Area Manager Commrel and CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus pun buka suara. ‘’Antrean di beberapa SPBU Bali terjadi karena kuota solar di SPBU-nya sudah habis,’’ sebutnya.
Lanjutnya, kondisi ini disebabkan karena adanya aturan pembatasan kuota Solar dari Pemerintah. Sehingga Pertamina hanya menyalurkan Solar, sesuai dengan aturan kuota yang ditetapkan Pemerintah.
Apalagi ada aturan tertulis di Peraturan Presiden (PP) Nomor 191 Tahun 2014 yang menetapkan konsumen yang berhak mendapatkan Solar. Walau demikian, Pertamina tetap berusaha untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat dengan bantuan dari kepolisian untuk menjaga keamanan.
Pertamina juga berusaha memaksimalkan penyaluran dengan lebih selektif terhadap konsumen yang membeli Solar. Terakhir Pertamina juga sudah membuat laporan ke Pemerintah terkait kejadian ini, dan sampai sekarang masih menunggu arahan lebih lanjut. nad/tra
























