Kebakaran Pasar Blahbatuh, Pemkab Siapkan Bantuan Stimulus untuk Pedagang

  • Whatsapp
KONDISI Pasar Blahbatuh setelah dilalap si jago merah. Tampak yang tertinggal hanya puing-puing. Pemkab Gianyar akan menyiapkan bantuan stimulus. Foto: ist
KONDISI Pasar Blahbatuh setelah dilalap si jago merah. Tampak yang tertinggal hanya puing-puing. Pemkab Gianyar akan menyiapkan bantuan stimulus. Foto: ist

GIANYAR – Bupati Gianyar, Made Mahayastra, dan jajaran bergerak cepat usai kebakaran besar yang melanda Pasar Blahbatuh, Selasa (15/6/2021). Bupati bersama Wakil Bupati AA Mayun; Sekda Made Gede Wisnu Wijaya, BPBD, Disperindag, BPKAD dan para asisten pemerintahan menggelar rapat, Rabu (16/6/2021). Selain merumuskan bantuan stimulus untuk para pedagang di Pasar Blahbatuh, mereka juga membahas relokasi pasar sementara agar para pedagang selekasnya bisa berjualan

Menurut Mahayastra usai rapat, yang diberi perhatian dari musibah itu adalah langkah pertama yang harus diambil dengan harus memberi stimulus berupa bantuan untuk para pedagang. Bantuan akan dibagi dalam beberapa klaster, yakni pedagang toko, los, kios, dan pelataran. “Minimal mereka bisa memenuhi kebutuhan hidup satu sampai dua bulan,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Selain bantuan dari Pemkab Gianyar, dia juga menyebut Gubernur Bali, Wayan Koster, menyampaikan keprihatinan terhadap musibah ini. Dia sudah mengontak Gubernur untuk melaporkan insiden tersebut, dan berujar Gubernur turut prihatin serta merapatkan solusi masalah ini dengan Sekda Provinsi. “Kiranya nanti memberi bantuan kepada para pedagang, tapi itu belum bisa dipastikan karena masih rapat,” jelasnya.

Disinggung lebih detail skema bantuan yang akan diberikan, Mahayastra berkata untuk yang punya toko di kisaran Rp3 juta per orang, pemilik los atau kios Rp2 juta per orang, sedangkan pedagang di pelataran Rp750 ribu per orang. Soal nilai stimulus pedagang pelataran paling kecil, dia beralasan mereka masih bisa menyelamatkan beberapa barangnya. 

Baca juga :  Pembangun Sistem Pertanian Terpadu di Labangka, Gubernur Zul Minta Dinas Pertanian NTB Matangkan Perencanaan

Sumber dana yang akan digunakan dari dana bantuan tak terduga, yang nilainya di kisaran Rp5 miliar. “Memang kondisi kita saat ini sedang sulit. Namun, dana ini memang disiapkan untuk musibah seperti ini,” terangnya. 

Selain bantuan, Mahayastra menyebut terdapat dua opsi mengenai relokasi para pedagang. Pertama, memanfaatkan bekas relokasi pedagang Pasar Seni Sukawati di Lapangan Sutasoma, Sukawati. Kedua, memakai Pasar Yadnya Blahbatuh yang berada di barat pasar yang terbakar saat ini. Di Pasar Sutasoma tersedia 700 kios, sedangkan yang diperlukan saat ini hanya 247 kios untuk relokasi pedagang.

“Ada juga Pasar Yadnya Blahbatuh, Pak Bendesa Blahbatuh menyiapkan lahan lagi 25 are di belakang Pasar Yadnya. Di sana juga bisa dibangun untuk relokasi, itu tanah milik desa adat, dan warga di sana juga sudah setuju,” jelasnya.

Sambil menyiapkan anggaran untuk tempat relokasi, dia berujar Pemkab juga akan survei di kedua tempat tadi. Pemindahan dan pembangunan pasar relokasi itu diakui butuh biaya besar juga. Meski begitu, Mahayastra menarget selesai secepatnya, mungkin satu atau dua bulan sudah bisa digunakan.

Sebelum musibah ini terjadi, imbuhnya, dia sejak lama ingin menjadikan lahan di pasar lama tersebut untuk taman yang berisi patung Kebo Iwa dan Gajah Mada bergandengan tangan. Patung itu sebagai simbol kejujuran, kepolosan, kekuatan dan kecerdasan. “Rencananya pasar memang akan kami relokasi, lahan tersebut akan dimanfaatkan untuk taman,” tandasnya. adi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.