GIANYAR – Sejumlah pedagang di Pasar Umum Blahbatuh tidak kuasa menyembunyikan kesedihan melihat kondisi pasar yang ludes dilalap si jago merah, Selasa (15/6/2021). Tak ada yang tersisa selain puing-puing bangunan. Suasana murung terlihat nyata dari sejumlah pedagang pasar yang berlokasi di Jalan Wisma Gajah Mada, Banjar Kebon, Desa Blahbatuh, Kecamatan Blahbatuh itu.
Dari pantauan, Rabu (16/6/2021), garis polisi terlihat dipasang di sekeliling Pasar Umum Blahbatuh. Masyarakat yang penasaran juga banyak mendatangi TKP sejak pagi. Para pengguna jalan yang melintas juga tak mau ketinggalan melihat kondisi terkini pasar tersebut. Dari data yang diperoleh, kebakaran Pasar Umum Blahbatuh membuat 629 kios hangus. Terdiri dari toko tingkat 22 unit, kios 57 unit, los 188 unit, dengan total pedagang dalam 267 orang dan 362 pedagang luar.
Hingga saat ini, kepolisian belum bisa memastikan penyebab terjadinya kebakaran. Begitu juga dengan total kerugian yang ditimbulkan, belum bisa dirinci.
Salah seorang pedagang di Pasar Blahbatuh, Kadek Dwi Anatara, bertutur tidak menyangka pasar akan diamuk api. Pria asal Banjar Tubuh Blahbatuh ini nampak termenung melihat puing-puing barang dagangannya ludes terbakar. “Saya bisa selamatkan barang hanya sekitar 20 juta, tapi sekitar 450 juta hangus,” kisahnya dengan nada lirih.
Dia mendaku memiliki lima kios, tapi satu kiosnya belum buka; rencananya baru buka pada 19 Juni mendatang. “Tyang (saya) pemilik kios Sarin Biu, ada lima tempat, dua di depan, tiga di dalam. Yang di depan belum sempat buka, rencana tanggal 19 mendatang, tapi barang-barang sudah banyak di sana,” keluhnya.
Dengan situasi sesulit ini, dia berharap pemerintah bisa segera menyiapkan tempat relokasi. ”Saya tahu situasi (susah) seperti ini, pemerintah juga susah. (Pemerintah) agar bisa cepat menyediakan lahan relokasi supaya (kami) kembali bisa berjualan,” harapnya. adi























