POSMERDEKA.COM, BANGLI – Cuaca tidak menentu berdampak adanya pemicu berbagai penyakit, seperti kasus demam berdarah (DB) di Bangli, yang trennya meningkat sejak dua tahun terakhir. Data di Dinas Kesehatan Bangli, tahun 2022 tercatat 161 kasus, naik dari tahun sebelumnya yang hanya 81 kasus. Sementara sampai Juli 2023, tercatat 186 kasus.
“Kami harap masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit DB. Trennya menunjukan peningkatan sejak beberapa tahun terakhir,” ucap Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Bangli, I Nyoman Sudarma, Jumat (25/8/2023).
Dia menguraikan, ada beberapa faktor penyebab meningkatnya kasus DB. Di antaranya mobilitas masyarakat ke daerah endemis sangat tinggi. Selain itu, faktor penyebab lain adalah karena terjadi peralihan antara musim hujan ke musim panas. Musim peralihan berimbas pada meningkatnya populasi nyamuk, sehingga berimplikasi meningkatnya jumlah kasus DB.
“Untuk itu kami harap masyarakat waspada dan tetap menjaga kebersihan lingkungan, khususnya benda yang bisa menampung air,” sarannya.
Guna menanggulangi peningkatan kasus DB, sambungnya, berbagai langkah dilakukan untuk menekan penyebaran dengan melakukan pengasapan (fogging) di wilayah yang ditemukan kasus DB . Untuk fogging, pemerintah daerah mengalokasikan anggaran Rp186 juta. “Begitu ada laporan kasus DB, kami langsung turun,” jaminnya.
Selain fogging, upaya pencegahan dilakukan lewat penyebaran serbuk abate serta sosialisasi. Dia melanjutkan, peran serta masyarakat paling penting dalam upaya menekan kasus DB, yakni dengan cara menjaga kebersihan lingkungan. Upaya memberantas atau memutuskan daur hidup nyamuk Aedes Aegypti dilakukan lewat gerakan pemberantasan sarang nyamuk,” pungkasnya. gia























