Kasta Harap Arak Bali Bisa Dipasarkan Melalui Bumdes

  • Whatsapp
INDUSTRI rumah tangga minuman fermentasi khas Bali di Desa Besan. Foto: ketut bagus Arjana wira
INDUSTRI rumah tangga minuman fermentasi khas Bali di Desa Besan. Foto: ketut bagus Arjana wira

KLUNGKUNG – Perbekel Desa Besan, Kecamatan Dawan, I Ketut Yasa menyampaikan ucapan terimakasih terkait diterbitkannya Pergub No.1/2020 tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi dan/atau Destilasi Khas Bali. “Dengan legalnya Arak Bali ini, warga Besan yang menggantungkan perekonomian keluarga dengan memproduksi minuman Arak Bali dapat bernafas lega,” ujarnya dihadapan Wabup Klungkung, Made Kasta saat dikunjungi, Sabtu (7/3/2020).

Untuk diketahui di Desa Besan terdapat 17 KK yang memiliki mata pencaharian dengan memproduksi arak Bali. Ketut Yasa menyatakan kedepan perangkat desanya akan menampung hasil produksi industri rumah tangga masyarakat Desa Besan seperti arak Bali ini, dan akan disalurkan melalui Bumdes ke restoran dan hotel di Bali.

Bacaan Lainnya

Mendengar hal itu, Wabup Kasta menyampaikan kunjungannya ke Desa Besan bertujuan untuk mengetahui berapa jumlah industri rumah tangga yang memperoduksi minuman fermentasi khas Bali ini. Sehingga kedepan ia mengharapkan industri rumah tangga yang memproduksi minuman fermentasi khas Bali ini dapat ditampung dan dipasarkan melalui Bumdes yang terdapat di Desa Besan.

‘’Saya juga mengharapkan Pemkab Klungkung melalui dinas terkait dan BPOM bisa mengontrol produksi minuman fermentasi khas Bali ini, khususnya arak Bali yang diproduksi di Desa Besan dan tempat lainnya di Kabupaten Klungkung,’’ ujarnya, seraya berdoa mudah-mudahan kedepan dengan adanya Pergub tersebut, masyarakat Klungkung yang mengandalkan mata pencaharian melalui produksi minuman fermentasi khas Bali bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. 022

Baca juga :  Kotak Suara Berjalan Dijamin Jurdil, Paslon Diimbau Perkuat Saksi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.