Karangasem Gencarkan Sikomandan untuk Kembangkan Sektor Pertanian

  • Whatsapp
KABUPATEN Karangasem mulai beranjak dari program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab) beralih menjadi program Sapi Kerbau Komoditas Andalan Negeri (Sikomandan). Foto: ist
KABUPATEN Karangasem mulai beranjak dari program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab) beralih menjadi program Sapi Kerbau Komoditas Andalan Negeri (Sikomandan). Foto: ist

KARANGASEM – Upaya pengembangan sapi di sektor peternakan di Karangasem mulai beranjak dari program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab) beralih menjadi program Sapi Kerbau Komoditas Andalan Negeri (Sikomandan). Ini salah satu program nasional dari pemerintah pusat untuk meningkatkan populasi dan produksi ternak. Arisusanta selaku Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Karangasem, Minggu (28/3/2021) mengatakan akan menggencarkan program Sikomandan di tingkat kabupaten.

“Di Karangasem ditugaskan 42 petugas inseminator dan 12 tenaga medik veteriner untuk pelayanan di lapangan. Pada tahun 2020, capaian program Sikomandan di Karangasem dengan pelaksanaan inseminasi buatan sebanyak 10.266 dosis, dan kelahiran sejumlah 9.232 ekor,” terangnya.

Bacaan Lainnya

Kata dia, program dan kegiatan hibah dari pemerintah untuk mendukung pengembangan ternak sapi bali, sejauh ini dilaksanakan dengan mengakses program dan kegiatan dari dana APBN. Kegiatan dijalankan dari usulan kelompok tani dengan persyaratan dan mekanisme teknis yang sudah ditetapkan. Kegiatan hibah dari pemerintah, jelasnya, merupakan stimulan kepada kelompok tani sebagai modal pengembangan ternak sapi. Selanjutnya harus dikembangkan oleh kelompok dengan penerapan teknologi anjuran sampai bisa mandiri, dan dapat menyejahterakan anggotanya.

Baca juga :  Selisih 1 Orang, Antara Pasien Sembuh Covid-19 di Denpasar dengan Kasus Positif

Pengembangan hijauan pakan ternak, sambungnya, terus diupayakan melalui pemanfaatan sumber daya lokal daerah maupun pengembangan jenis pakan ternak berkualitas hasil pengembangan teknologi. Misalnya pengembangan bibit tanaman pakan ternak unggul (tanaman indigofera, gamal, kaliandra, rumput gajah thailand, rumput odot, setaria). “Penerapan teknologi berupa pengolahan pakan ternak diterapkan kepada petani ternak, seperti pengolahan pakan ternak kering menjadi silase melalui bimbingan teknis,” urainya.

Penerapan teknologi ini, imbuhnya, dengan harapan agar pada saat musim kemarau, yang biasanya petani sulit mendapat hijauan pakan segar di daerah kering, tetap dapat memberi pakan ternaknya. Tentu dengan kualitas baik dari segi kandungan serat maupun gizi. “Penerapan teknologi untuk meningkatkan nilai tambah dari hasil peternakan sapi yaitu pembuatan pupuk organik (kompos dan biourine), dan penerapan teknologi biogas,” pungkasnya. nad

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.