MATARAM – DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) NTB memastikan tidak ingin terburu-buru menentukan dukungan kepada salah satu calon presiden (capres) tertentu pada Pilpres 2024.
Sikap ini berbeda dengan sejumlah DPW lain yang sudah memilih dan menentukan dukungan kepada sosok Ganjar Pranowo. Alasannya, DPW PPP NTB berkomitmen lebih memilih mengikuti arahan DPP.
“Intinya, kami ndak mau latah ikut-ikutan DPW PPP lainnya yang sudah memberi dukungan kepada Pak Ganjar. Sikap DPW NTB wait and see, serta patuh pada perintah DPP,” tegas Ketua DPW PPP NTB, Muzihir, Senin (14/11/2022).
Wakil Ketua DPRD NTB itu tidak memungkiri sikap DPW PPP NTB terkait dukungan capres masih mengambang. Padahal DPP memberi kebebasan pada pengurus DPW PPP di Indonesia untuk menentukan arah dukungannya.
Menurutnya, pilihan itu dipicu jumlah pemilih di NTB yang tidak terlalu signifikan, hanya sekitar 6,5 juta penduduk, setara dengan salah satu kabupaten di Jawa Barat dan Jawa Timur.
Selain itu, sambungnya, berkaca dari Pilpres 2019, kemenangan Prabowo mencapai di atas 80 persen, tentu hal tersebut juga menjadi pertimbangan.
“Kalau melihat arah kader PPP NTB di akar rumput, hampir banyak ke Pak Anies Baswedan. Tapi, itu masih sebatas suara-suara yang belum ada keputusan final mendukung secara resmi sebagai sikap DPW PPP NTB,” terangnya.
Terkait Koalisi Indonesia Bersatu (KIB), imbuhnya, hingga tiga kali pertemuan di Makassar, sejauh ini juga belum juga mengerucut kepada dukungan ke salah satu capres tertentu.
Sebab, pertemuan antara petinggi Partai Golkar, PPP dan PAN, lebih pada formula untuk lebih merapikan kesolidan mesin partai dalam rangka pergerakan untuk memenangkan capres pada Pemilu 2024. Finalisasi capres sejauh ini akan diumumkan pada Desember 2022.
“Kalau untuk figur capres KIB masih belum dikerucutkan, karena saat diskusi kami yang terakhir, yang juga saya ikuti juga di Makassar, masih cair. Namun, penyolidan koalisinya yang sudah siap 100 persen, Insya Allah, KIB siap bertarung di Pilpres dan menang,” pungkasnya dengan nada percaya diri. rul






















