Kabar Baik, Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 di Bali Tembus 91,11%, masih Dirawat 5,60%

  • Whatsapp

Hari Ini Pasien Sembuh 81 Orang, Terkonfirmasi Positif 60 Orang dan Meninggal Dunia Bertambah 1 Orang

DENPASAR – Pasien sembuh yang lebih banyak dari tambahan kasus terkonfirmasi positif, secara kontinyu terus mengiringi perkembangan harian pandemi covid-19 di Bali, dalam beberapa hari terakhir ini. Tentu saja, kabar baik ini mengangkat tingkat kesembuhan pasien menjadi 91,11%, sehingga yang masih dalam perawatan kini tinggal 5,60% atau 667 orang.

Bacaan Lainnya

Padahal, Agustus hingga September lalu, angka kesembuhan pasien Corona di Bali sempat anjlok hingga di kisaran 85 persen karena lebih dominannya lonjakan kasus positif baru. Seperti Agustus (kasus positif baru 1.800 orang dan yang sembuh 1.558 orang).

Berlanjut ke September, kasus positif baru kembali lebih dominan, dimana secara kumulatif berjumlah 3.617 orang dan yang sembuh 2.931 orang. Baru di bulan Oktober, pasien sembuh secara perlahan mendominasi dengan jumlah 3.259 orang dan kasus positif baru sebanyak 2.886 orang. Pun sampai minggu pertama November ini, pasien sembuh kembali lebih dominan.

Seperti data harian yang dirilis Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, Selasa (3/11/2020), sebanyak 81 pasien dinyatakan sembuh atau terpaut 21 orang lebih banyak dari tambahan kasus terkonfirmasi positif sebanyak 60 orang melalui transmisi lokal.

Baca juga :  PGRI Denbar Bagikan Sembako ke Komunitas Pendidikan

Catatan khusus untuk kasus positif baru yang sempat melandai dalam beberapa hari hingga di angka 39 orang pada Senin (2/11/2020), kini mulai ada kenaikan signifikan sebanyak 21 orang. Ini perlu diwaspadai seluruh Satgas Penanganan Covid-19 yang sudah barang tentu harus didukung seluruh lapisan masyarakat Bali dengan lebih meningkatkan disiplin mematuhi protokol kesehatan.

Dari catatan Satgas, 60 orang yang terpapar covid-19 hari ini dilaporkan delapan kabupaten/kota kecuali Kabupaten Klungkung. Rinciannya, Badung 16 orang, Gianyar (15), Denpasar (12), Tabanan (8), Buleleng (5), Bangli (2), Jembrana (1) dan Karangasem 1 orang.

”Dengan demikian, secara kumulatif kasus positif covid-19 di Bali berjumlah 11.906 orang (11.877 WNI dan 29 WNA) yang didominasi transmisi lokal, dimana per hari ini jumlahnya mencapai 11.505 kasus,” ujar Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, Drs. I Made Rentin, AP.M.Si, Selasa (3/11/2020).

Sementara 81 pasien sembuh juga dilaporkan delapan kabupaten/kota di Bali kecuali Jembrana. Rinciannya; Denpasar (24), Gianyar (24), Badung (19), Klungkung (5), Tabanan (3), Bangli (3), Karangasem (2) dan Buleleng 1 orang. Jadi, total pasien sembuh di Bali, kini berjumlah 10.847 orang (91,11%) dengan rincian 10.821 WNI dan 26 WNA.

Di hari yang sama, masih juga ada kabar, dimana satu pasien tutup usia yang yang merupakan warga Denpasar. ”Sampai hari ini, pasien positif covid-19 yang meninggal dunia di Bali berjumlah 392 orang (3,29%) dengan rincian 390 WNI dan 2 WNA,” imbuh Rentin.

Baca juga :  Ngaben Bikul di Pantai Seseh, Bersihkan Hama dan Jaga Keseimbangan Ekosistem Lahan Pertanian

Berdasarkan data tersebut, kini kasus aktif (pasien dalam perawatan) di Bali berkurang lagi 21 orang, menjadi 667 orang (5,60%) dengan rincian 666 WNI dan 1 WNA, yang dirawat di 17 RS rujukan dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima dan BPK Pering.

Kabar baik juga terus mengiringi perkembangan pandemi covid-19 nasional, dimana jumlah pasien sembuh kembali lebih banyak dari tambahan kasus positif baru. Kali ini, pasien sembuh sebanyak 3.931 orang atau 958 orang lebih banyak dari tambahan kasus positif baru yang berjumlah 2.973 orang. Sedangkan kasus meninggal berjumlah 102 orang yang dilaporkan 26 provinsi.

Meski pasien sembuh di Bali terus lebih dominan, Rentin tak hentinya-hentinya mengajak masyarakat Bali waspada dengan selalu lebih disiplin mematuhi protokol kesehatan, seperti memakai masker saat keluar rumah, rajin mencuci tangan, menghindari keramaian dan menjaga jarak.

Ia menambahkan, sesuai Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2020, Gubernur Bali mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) No. 46 Tahun 2020, yang mengatur tentang sanksi administratif bagi pelanggar protokol kesehatan. Besaran denda yang diterapkan sebesar Rp100.000 bagi pelanggar perorangan dan Rp1.000.000 bagi pelaku usaha serta tempat fasilitas umum lainnya.

Rentin juga menegaskan, pulihnya kesehatan masyarakat dari wabah Covid-19 merupakan tanda akan segera pulihnya perekonomian yang sebelumnya anjlok akibat pariwisata yang mengalami dampak sangat besar.

Baca juga :  Kelurahan Tonja Tempeli Stiker “Khusus” Rumah Duktang yang Baru Datang dari Kampung

Pengendalian dan pencegahan ini adalah tanggung jawab kita bersama. Sinergi antara pemerintah, masyarakat dan semua pihak adalah kunci utamanya. ”Untuk itu mari bersama kita terapkan protokol kesehatan kapanpun dan dimanapun berada,” tandasnya.

Ingat pesan ibu “terapkan 3M” yakni memakai masker kapanpun & dimanapun terutama saat berada ditengah keramaian dan sedang mengobrol (berbicara) dengan orang lain, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir setiap saat karena aliran air sabun sangat efektif melarutkan virus dan kuman di kulit, serta ingatlah selalu untuk menjaga jarak dengan orang lain.

”Untuk itu, mari kita dukung upaya pemerintah, dengan penuh disiplin melaksanakan protokol kesehatan, saling mengingatkan sesama, selalu menjaga diri dan lingkungan agar bisa segera terbebas dari pandemi ini,” ajak Made Rentin. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.