Jokowi Kalah Pilpres, Pembangunan NTB Butuh “Keterpaksaan”

GUBERNUR NTB, Zulkieflimansyah. Foto: ist
GUBERNUR NTB, Zulkieflimansyah. Foto: ist

MATARAM  – Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, buka-bukaan kenapa dalam setahun ini NTB tancap gas menyelenggarakan event internasional MotoGP di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah dan MXGP di Sirkuit Samota, Kabupaten Sumbawa. Dia mengaku terpaksa membuat MotoGP dan MXGP karena keadaan.

“Kita terpaksa membuat MotoGP, kita terpaksa membuat MXGP, kita terpaksa membuat internasional event karena dipaksa keadaan. Saya menjadi saksi, sebagai Gubernur, tidak mudah bagi kita di NTB ini,” tegasnya, Rabu (6/7/2022).

Read More

Bang Zul, panggilan akrabnya, bertutur, selain untuk mempercepat pembangunan infrastruktur daerah, dua event internasional tersebut bisa menjadi pemantik pembangunan kepariwisataan secara holistik. Pun memiliki multiplier effect untuk pertumbuhan ekonomi di NTB, baik di era setelah pandemi maupun pariwisata berkesinambungan ke depan. “Provinsi NTB tidak seperti dua tetangganya, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Bali,” sambungnya.

Menurut dia, Provinsi NTT dan Bali adalah kantong suara Presiden Joko Widodo dalam dua kali Pilpres 2014 dan 2019. Pada saat yang sama, Jokowi kalah di NTB dalam dua kali pilpres tersebut. Gubernur NTT, diklaim bisa dengan mudah berkata kepada Presiden Jokowi untuk memperhatikan pembangunan di NTT, karena lebih dari 95 persen masyarakat NTT memilih Jokowi.

Hal serupa juga bisa dilakukan Gubernur Bali ke Presiden Jokowi untuk memperhatikan pembangunan daerah itu. Sebab, hampir 92 persen masyarakat Bali memilih Jokowi.

Karena kondisi yang ada, Bang Zul berujar berat jiwa untuk minta hal yang sama kepada Presiden Jokowi. Makanya perlu cara yang tidak biasa agar, meski Jokowi kalah di NTB, tapi Pemprov NTB punya cara membangun jembatan, memperbaiki bandara, atau memperbaiki pelabuhan. ‘’Alhamdulilah walaupun Pak Jokowi tidak menang di sini, tapi pertumbuhan ekonomi NTB salah satu yang tertinggi di Indonesia,’’ paparnya.

Untuk menyelenggarakan MotoGP dan MXGP, dia berkata syaratnya tidak mudah. Daerah ini harus memiliki rumah sakit bertaraf internasional, bandara yang standar internasional, dan pelabuhan serta infrastruktur jalan yang memadai.

‘’Alhamdulillah blessing in disguise (ada berkah terselubung). Dengan segala kekurangan dan mungkin dengan doa bapak-ibu semua, dengan segala keterbatasan, walau Presiden tidak menang di sini, tetapi pemerintah dengan event internasional harus membangun jembatan, bandara dan pelabuhan, NTB (dapat) menjadi seperti yang kita saksikan saat ini,” ulasnya.

Sebagai catatan, MotoGP dan MXGP di NTB berdampak cukup baik bagi pertumbuhan ekonomi NTB. Di sektor kepariwisataan, dua event itu seperti stimulan yang mempercepat normalisasi pariwisata pasca-pandemi Covid-19. rul

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.