TABANAN – Membangun Tabanan, termasuk dalam upaya membangkitkan kepariwisataan di Kabupaten Tabanan, diperlukan duduk bersama antarinstansi terkait. Kadis Pariwisata Tabanan I Gusti Ngurah Agung Suryana, mengungkapkan hal itu, Kamis (7/7/2022).
Menurutnya, ada beberapa pihak yang harus diajak untuk ikut berperan dalam membangun kepariwisataan di daerah lumbung pangannya Bali itu. Terlebih setelah didera dalam situasi pandemi Covid-19 yang masih ada sampai saat ini.
‘’Artinya, untuk membangun kepariwisataan itu perlu pemikiran bersama dari pihak terkait, termasuk dari adat, masalah keamanan, pertanian, dan lain sebagainya. Bukan hanya di dinas pariwisata. Jadi, tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri,’’ tegasnya.
Kendati demikian, kabar gembira juga datang ketika situasi pandemi saat ini sudah mulai mereda. “Reda itu bukan berarti sudah tidak ada sama sekali. Ingat, Covid-19 masih ada, dan imbauan kami kepada semua pihak agar tetap memperhatikan prokes,” ujarnya seraya berharap geliat kepariwisataan di Kabupaten Tabanan mampu memulihkan perekonomian masyarakat.
Geliat pariwisata di Kabupaten Tabanan pun ditunjukkan dengan makin banyak wisatawan yang berkunjung ke beberapa daya tarik wisata (DTW). Di antaranya, DTW Tanah Lot, yang dalam Semester I Tahun 2022 ini, masih didominasi kunjungan wisatawan domestik (wisdom).
“Total kunjungan pada semester I tercatat 475.257 wisatawan. Perbandingan kunjungan wisdom 77 persen dan wisman 23 persen,” ungkap Manajer DTW Tanah Lot, Wayan Sudiana.
Dia menyebutkan bahwa rata-rata kunjungan per hari saat musim liburan bisa mencapai 5.000-an wisatawan. Jumlah kunjungan pada 2019 tercatat 2.797.126 wisatawan.
“Untuk target kunjungan pada Tahun 2022 ini sekitar 1.795.000 wisatawan,” ujarnya, seraya mengatakan bahwa untuk harga tiket masuk anak domestik Rp15.000, dewasa domestik Rp20.000, sedangkan anak mancanegara Rp30.000 dan dewasa mancanegara Rp60.000.
Terkait rencana promosi wisata, saat ini, tambah Sudiana, pihaknya masih tetap berpromosi secara online, seperti di website resmi www.tanahlot.id, media sosial (facebook: DTW Tanah Lot, instagram: tanahlotid, google bussiness: Tanah Lot).
“Selain itu, kami juga selalu berkomunikasi dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Tabanan, terkait agenda promosi wisata, baik itu promosi di dalam daerah maupun luar daerah,” paparnya.
Sementara di DTW Ulun Danu Beratan, untuk kunjungan semester 1 Tahun 2022, dari Januari dulu rata-rata 200 wisatawan per hari, namun sekarang sudah 700 per hari. “Wisdom masih lebih banyak. Per hari sampai dengan saat ini, asing 300 orang dan domestik 1.000 orang,” ungkap Manajer DTW Ulun Danu Beratan, Wayan Mustika.
Dia menyebut jumlah kunjungan sebelum pandemi Covid-19, yakni Tahun 2019, tercatat 978.723 orang. “Untuk Tahun 2022 ini, kami tidak punya target, karena pariwisata belum stabil. Rencana kami promosi menyasar ke Jawa, yaitu awal Agustus. Sebab, tamu kami dominan dari Jawa,” ujar Mustika seraya menjelaskan harga tiket masuk untuk wisatawan asing Rp75.000, anak Rp50.000, sedangkan dewasa domestik Rp30.000, dan anak Rp20.000.
Di DTW Jatiluwih, jumlah kunjungan rata-rata 200 hingga 300 wisatawan per hari. Wisman dan wisdom jika pada Sabtu-Minggu seimbang. Kalau pada hari biasa, 60 persen wisman. Sebelum pandemi 1.000 lebih,” ungkap Manajer DTW Jatiluwih, I Nengah Sutirtayasa.
Disinggung soal target, dalam kondisi pandemi yang belum tuntas total, pihaknya berharap bisa balik 80 persen dari normal. “Promo kami untuk mengisi kekosongan dengan after siang, event, dan digital. Contohnya camping event dan eksplorer Jatiluwih,” ujarnya.
Di tempat terpisah, Manajer DTW Alas Kedaton, Wayan Sudarma, menyajikan data kunjungan ke objek wisata hutan yang dihuni ribuan ekor kera dan kalong itu, yakni pada Mei dan Juni 2022. Jumlah kunjungan pada Mei tercatat 2.163 orang dan Juni 1.893 orang.
Perbandingan kunjungan wisdom 77 persen dan wisman 23 persen. Rata-rata kunjungan per hari 70 pengunjung, dengan target per bulan 3500 kunjungan.
“Rencana promosi wisata, yaitu pengadaan daily event, monthly event, ikut beberapa even dari pemerintahan, dan juga di sosmed,” ujar Sudarma, seraya menyebut tarif masuk untuk wisman dewasa Rp30.000, anak Rp25.000, sedangkan wisdom dewasa Rp20.000, anak Rp15.000. gap
























