Jika Membangkang, Djohan Sjamsu Diancam Sanksi DPP PKB

LALU Hadrian Irfani (kiri) saat bersama Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, MATARAM – Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) NTB, Lalu Hadrian Irfani atau Mik Ari, menjawab tudingan Ketua DPC PKB KLU, Djohan Sjamsu. Hadrian dituduh tak mengajak Djohan bicara terkait rekomendasi DPP PKB kepada TGH Lalu Muchsin Effendi sebagai calon Bupati pada Pilkada 2024.

Menurut Hadrian, keputusan DPP PKB yang menerbitkan rekomendasi ke Muchsin melalui proses dari bawah. Muchsin mendaftar melalui Desk Pilkada DPC PKB sebagai bakal calon bupati, sedangkan dua orang mendaftar untuk calon wakil bupati, yakni Kusmalahadi dan Junaidi Arif. DPW PKB melanjutkan usulan DPC ke DPP untuk dilakukan proses uji kelayakan dan kepatutan (UKK) di Jakarta.

Bacaan Lainnya

“Memang awalnya Kusmalahadi mendaftar menjadi bakal calon bupati. Namun, saat hendak diproses di DPP untuk UKK, Kusmalahadi tiba-tiba menginformasikan berganti menjadi calon wakil bupati, berpasangan dengan Pak Najmul Akhyar. Makanya hanya satu orang yang ikut UKK menjadi bakal calon bupati yakni Muchsin,” ujarnya, Jumat (5/7/2024).

Karena hanya satu yang mengikuti UKK sebagai calon bupati, jelasnya, tentu DPP memiliki hak prerogatif menentukan siapa yang direkomendasikan. Apalagi saat proses UKK, Muchsin mampu meyakinkan DPP. ”Jadi, surat rekomendasi DPP untuk tahap 1 dilakukan melalui pengkajian cermat, bukan ujug-ujug,” ulasnya.

Baca juga :  Datangi DPRD Gianyar, Warga Pakudui Kangin Siap Damai 

Ketua Fraksi PKB DPRD NTB ini mengucapkan terima kasih atas kinerja Djohan Sjamsu sebagai Ketua DPC PKB KLU. Kendati tidak memiliki kantor partai, PKB dapat menjadi pemenang Pemilu Pileg 2024 di KLU dengan raihan enam kursi. Namun, raihan suara partai yang signifikan ditopang kinerja para caleg PKB di semua dapil, serta pengurus DPAC hingga Anak Ranting.

“Nggak bisa diklaim kemenangan PKB di KLU adalah kinerja Pak Djohan sendiri. Semua kader PKB di KLU berkeringat dan bekerja bersama-sama kok di Pemilu 2024. DPP sudah tahu kerja kolektif para kader PKB di sana,” terangnya.

Sikap Djohan yang menyatakan akan pasif untuk tidak memenangkan Muchsin tapi lebih memenangkan putranya sendiri, Kusmalahadi, berpasangan dengan Najmul Akhyar, akan jadi catatan DPP PKB. Rekomendasi DPP, cetusnya, memiliki konsekuensi ke semua kader partai untuk wajib memenangkan calon bupati yang ditetapkan DPP.

“Kader PKB sedari awal menandatangani pakta integritas. Jika surat yang Pak Djohan tanda tangani saat menjadi Ketua DPC PKB lantas diabaikan, tentu ada sanksi yang akan menunggu,” ancamnya.

Soal apa sanksinya, dia menyebut itu adalah kewenangan DPP. “Sanksinya jelas ada. Tapi, enggak etis saya berbicara itu, karena itu adalah ranah DPP,” tandasnya.

Sebelumnya, Djohan Sjamsu mengaku tak mempersoalkan keputusan DPP PKB yang memberi rekomendasi kepada TGH Lalu Muchsin Effendi menjadi calon Bupati pada Pilkada 2024. Hanya, dia Bupati KLU dua periode itu menyayangkan sikap Lalu Hardian Irfani, yang tak mengajaknya bicara lebih dahulu atas putusan DPP.

Baca juga :  Salurkan Bantuan Jaring Pengaman Sosial, Wabup Kasta : Manfaatkan Bantuan dengan Baik

“Ingat, yang berjuang dan kerja untuk PKB bisa menjadi pemenang Pemilu dengan meraih enam kursi di DPRD KLU itu siapa? Kan saya. Tapi jika rekomendasi lain diberikan itu juga terserah Ketua DPW PKB,” seru Djohan dengan nada tinggi usai bertemu Pj. Gubernur NTB, Rabu (3/7/2024).

Dia juga mengaku akan bersifat pasif atas putusan DPP PKB yang merekomendasi Muchsin Effendi, dan memilih lebih fokus memenangkan Kusmalahadi yang akan berpasangan dengan Najmul Akhyar. Apalagi dukungan Partai Demokrat, PPP dan Perindo sudah dikantongi.

“Memang paslon Najmul dan Kusmalahadi belum deklarasi. Ini karena kami fokus merampungkan koalisi parpol yang sudah mengerucut, tinggal menunggu rekomendasi saja,” lugasnya. rul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.