Jembrana Buka Pintu untuk Investasi Pendidikan, Yakin Bisa Rayu PDIP di DPRD

  • Whatsapp
BUPATI Jembrana, I Nengah Tamba (kanan) berfoto bersama Wakil Bupati Patriana Krisna (Ipat) usai dilantik di Wiswa Sabha Utama kantor Gubernur Bali, Jumat (26/2/2021). Foto: hen
BUPATI Jembrana, I Nengah Tamba (kanan) berfoto bersama Wakil Bupati Patriana Krisna (Ipat) usai dilantik di Wiswa Sabha Utama kantor Gubernur Bali, Jumat (26/2/2021). Foto: hen

DENPASAR – Minimnya pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Jembrana, perlu digenjot dengan investasi, salah satunya bidang pendidikan. Daerah yang dinilai berhasil mengelola pendidikan untuk menambah APD adalah Daerah Istimewa Yogyakarta. Penguatan sektor pendidikan itu diutarakan Bupati Jembrana, I Nengah Tamba, usai pelantikan di Wiswa Sabha Utama kantor Gubernur Bali, Jumat (26/2/2021).

 “Banyak anak-anak kami yang belajar keluar, perlu pendidik di Jembrana. Kami ingin meniru Yogya yang bisa bagus PAD-nya karena ada lembaga pendidikan bagus dan murah. Silakan kalau ada investasi di pendidikan (di Jembrana), kami akan beri karpet merah, izin dipermudah,” kata Tamba.

Bacaan Lainnya

Menimbang dia menjadi Bupati untuk kali pertama, Tamba tak memungkiri dia menghadapi ekspektasi masyarakat Jembrana. Apalagi di tengah kondisi lesu ekonomi akibat dihantam pandemi Covid-19. Bagi dia itu berarti harus kerja ekstra keras dalam suasana Corona, dengan mengeksekusi semua kebijakan yang bermuara kepada kesejahteraan rakyat.

Untuk target 100 hari kerja pertama, dia berujar penanganan Corona menjadi skala prioritas. Selanjutnya adalah membangun sinergitas di antara OPD dan Forkopimda Jembrana, termasuk membaca profil Jembrana yang usia produktifnya banyak bekerja di Denpasar. Karena pandemi, mereka banyak dirumahkan atau kena PHK dan kembali ke Jembrana menjadi penganggur. “Mereka ini harus dibantu karena setengah putus asa. Kami akan buka start up (usaha rintisan) untuk mereka dan generasi milenial, yang haus informasi dan (ingin tahu) masa depan mereka,” urai politisi Partai Demokrat itu.

Baca juga :  Jaya Negara Pimpin Penyemprotan Disinfektan di Desa Adat Penatih

Strategi lain yang diupayakan untuk mengisi pundi-pundi keuangan daerah, dengan menguatkan produksi perikanan dan pertanian yang dinilai sangat berprospek di Jembrana. Dua sektor andalan ini dirasa dapat mengatasi situasi sulit di Jembrana. “Kami tidak punya prospek pariwisata, perikanan dan pertanian yang akan lebih digiatkan,” urainya.

Disinggung partai yang mengusungnya kalah jumlah di DPRD Jembrana, Tamba menyebut selalu terbuka dan siap menjalin komunikasi tanpa ada rasa dendam. Dia menegaskan sekarang tidak ada lagi nomor 1 dan 2 di Jembrana, semua diyakini punya semangat sama membangun jembrana. Apalagi dia punya pengalaman 10 tahun di DPRD Bali, dan tidak punya musuh politik.

Optimisme keberhasilan pendidikan di Jembrana seperti era Bupati I Gde Winasa juga dilontarkan Wakil Bupati Patriana Krisna (Ipat). Kata dia, sebagai pemerintah harus optimis mewujudkan apa yang ditarget. Salah satunya dengan mengundang investor masuk. Sebab, ucapnya, perlu digarisbawahi membangun tidak harus dengan APBD.

“Betul APBD kami kecil, tapi target tercapai semua. Beda dengan kabupaten lain yang targetnya besar tapi tercapai tidak maksimal. Tetap optimis mampu,” tandas putra I Gde Winasa tersebut. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.