Jam Operasional di Bandara Ngurah Rai Hanya Sampai Pukul 20.00, AirNav Denpasar Tetap Beroperasi Normal

  • Whatsapp
PESAWAT parkir di appron (pelataran pesawat) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Foto: ist
PESAWAT parkir di appron (pelataran pesawat) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Foto: ist

MANGUPURA – Kendati operasional Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai mengalami penyesuaian hanya sampai pukul 20.00 terkait kondisi penerbangan, namun Airnav Denpasar tetap beroperasional seperti biasa. Airnav tetap melayani navigasi lalu lintas penerbangan, baik untuk penerbangan darurat (in-flight emergency, medical evacuation, military, VVIP, humanitarian dan repatriasi). Termasuk untuk melayani navigasi penerbangan antar-wilayah (overfly) pesawat yang tidak landing di Bali.

GM Air Navigation (Airnav) Indonesia Cabang Denpasar, Kristanto, Jumat (19/2/2021), mengutarakan, penyesuaian jam operasional Bandar Udara Internasional I Ngurah Rai telah diinformasikan kepada seluruh komunitas Bandar Udara Internasional I Ngurah Rai dan bandar udara lainnya melalui Notice To Airmen (Notam) A0363/21. Per tanggal 18 Februari 2021, jam operasional Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai berlaku mulai dari pukul 07.00 sampai pukul 20.00.

Bacaan Lainnya

Hal itu diperkecualikan jika terjadi penerbangan darurat (in-flight emergency), medical evacuation, military, VVIP, humanitarian dan repatriasi. ‘’Jadi penerbangan itu tetap dilayani dengan berkoordinasi dengan Angkasa Pura. Walaupun penerbangan reguler dibatasi, namun kami tetap komitmen kepada yang lainnya,’’ ujarnya menjelaskan.

Kristanto berujar, penyesuaian jam operasional Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai dilakukan dengan optimalisasi keadaan di lapangan. Dampak pandemi Covid-19 secara otomatis membuat pergerakan pesawat di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai mengalami penurunan.

Baca juga :  Politik Uang Lahirkan Penguasa Korup, Panwascam Wajib Tuntas Pengawasan

Sebelum dilakukan penyesuaian itu, kata dia, komunitas Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai telah melakukan rapat koordinasi rencana menyikapi situasi saat ini. Dalam rapat tersebut masukan pihak airline juga telah diakomodir, termasuk mempertimbangkan dampak yang dapat ditimbulkan dalam rencana penyesuaian tersebut.

Dalam rapat tersebut disepakati bahwa operasional Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai mengalami penyesuaian sebagai langkah optimalisasi kondisi di lapangan. ‘’Biasanya saat situasi normal,  jam malam ini trafik penerbangan di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai cenderung diisi oleh penerbangan internasional. Namun karena saat ini belum ada lagi penerbangan internasional, maka kondisinya ini kita sesuaikan kembali dengan kondisi di lapangan. Sedangkan penerbangan rute domestik juga mengalami pengurangan dan kecenderungan terjadi pada jam pagi sampai sore,’’ ulasnya.

Penerbangan domestik, sambung Kristanto, juga melakukan efiseinsi penerbangan dengan mempertimbangkan jumlah penumpang yang ada di dalam pesawat.

Selama masa pandemi, jumlah trafik pergerakan pesawat di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai per hari total rata-rata sekitar 85-90 penerbangan, untuk hari Senin-Jumat. Kondisi itu meningkat menjadi 90-110 penerbangan saat weekend dan bergantung session.

Sebelum masa pandemi, rata-rata trafik penerbangan di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai per hari bisa sekitar 420. ‘’Memang kondisi pergerakan penerbangan berkurang hampir 70 persen. Sebab kondisinya masih pandemi, jadi ada aturan yang barus dipenuhi ketika melakukan perjalanan udata dan orang-orang kecenderungan juga masih takut untuk bepergian dan berwisata,’’ pungkasnya. gay

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.