Jaga Ketahanan Pangan, Legislator Bangli Usulkan Semua Jaringan Irigasi Ditangani Pusat

I Made Sudiasa. Foto: ist
I Made Sudiasa. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, BANGLI – Guna memenuhi program pemerintah pusat untuk menjaga ketahanan pangan, anggota DPRD Bangli mengusulkan agar seluruh jaringan irigasi bisa ditangani pusat. Alasannya, selama  ini penanganan jaringan irigasi  tidak efektif, karena penanganannya secara parsial. Ada kewenangan pusat, Provinsi dan tanggung jawab kabupaten/kota.

“Dampaknya, banyak jaringan irigasi rusak, dan bisa mengganggu upaya pemerintah dalam  menjaga ketahanan pangan,” sebut anggota DPRD Bangli, I Made Sudiasa, Minggu (7/12/2025).

Bacaan Lainnya

Dia menguraikan, kerusakan jaringan irigasi berdampak pada  lahan pertanian, yakni tidak maksimal yang berujung keterbatasan budidaya, sehingga produksi tentu terdampak. Menurutnya, petani rerata bisa menanam padi 2-3 kali, tapi karena keterbatasan air akibat kerusakan saluran irigasi, hanya bisa 1 kali saja setahun. “Kondisi ini tentu sangat ironis, di tengah upaya pemerintah menggenjot produksi pangan dalam rangka swasembada pangan,” sesal politisi Partai Demokrat asal Tembuku ini.

Sudiasa mencatat beberapa jaringan irigasi persubakan atau lahan pertanian yang sudah tahunan belum mendapat penanganan. Di antaranya jaringan irigasi untuk persawahan di kawasan Subak Bangkiang Sidem, Desa Bangbang. Yang lainnya, irigasi untuk Subak Tingkat Baru di Desa Jehem, juga di Kecamatan, Tembuku.  “Semuanya rusak cukup lama, namun belum tertangani,” bebernya.

Karena itulah, Sudiasa mendesak agar penanganan pembangunan jaringan irigasi seluruhnya dibangun pusat. Mulai dari jaringan primer, sekunder hingga jaringan irigasi tersier. Dengan demikian penanganannya utuh, tidak terpotong-potong sebagaimana selama ini. Sebagai catatan, untuk jaringan primer ditangani pemerintah pusat, jaringan sekunder oleh Provinsi, dan Kabupaten yang menangani jaringan tersier.

Menurut Sudiasa, penanganan dan pembangunan yang berbagi kewenangan kadang mubazir. Misalnya saluran induk sudah diperbaiki oleh pusat, tapi dua jaringan di bawahnya masih rusak, maka daya guna jaringan tidak akan maksimal. “Ujung-ujungnya air bocor dan terbuang percuma,” lugasnya mengingatkan. gia kampungbet

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses