Jadwal Pemilu 28 Februari 2024 Belum Final

  • Whatsapp
Junimart Girsang. Foto: ist
Junimart Girsang. Foto: ist

MATARAM – Wakil Ketua Komisi II DPR, Junimart Girsang, memastikan bahwa tanggal pelaksanaan Pemilu Presiden (Pilpres) dan Pemilu Legislatif (Pileg) serentak pada 2024 akan dimajukan pada 28 Februari, justru belum final. Politisi PDIP itu mengatakan, poin kesepakatan yang beredar luas terkait hasil konsinyering antara Komisi II DPR , Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) pada Kamis (3/6) lalu, telah menyepakati bahwa Pemilu Presiden (Pilpres) dan Pemilu Legislatif (Pileg) serentak pada 2024 akan dimajukan pada 28 Februari itu, malah hanya pembicaraan tim bersama yang bersifat nonformal.

Nantinya, hal itu akan dibahas kembali bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk disepakati bersama. ‘’Raker khusus dengan Kemendagri untuk bahas dan ketuk. Jadi itu belum pasti semua,’’ kata Junimart dalam siaran tertulisnya pada wartawan, Rabu (9/6/2021).

Bacaan Lainnya

Terkait info bahwa pelaksanaan Pemilu pada 28 Februari akan mundur ke 21 Februari, Junimart, menegaskan bahwa itu semua belum diputuskan, baru sekadar draf dari KPU, dan nanti akan ada draf dari Bawaslu, sayangnya sudah terlanjur beredar. ‘’Tapi ini keburu beredar, sesungguhnya rapat non-formal itu tertutup, saya juga bingung kenapa itu bocor,’’ tegasnya.

Baca juga :  Dwita Apriani: Kuatkan Petugas Penyelenggara

Menurut Junimart, pembahasan masih akan berlanjut. Adapun anggaran Pemilu 2024 yang diajukan KPU bernilai 3 kali lipat, dia menjelaskan bahwa anggaran yang diajukan KPU tidak sendiri tapi menyangkut semua penyelenggara pemilu. Dan ini merupakan Pemilu dan Pilkada serentak pertama di Indonesia, pihaknya ingin pesta demokrasi ini tidak memakan korban seperti 2019 lalu di mana banyak petugas KPPS yang meninggal dunia.

‘’Kami minta KPU, Bawaslu dan Kemendagri untuk siapkan SDM-SDM cukup dan memang benar-benar sehat, tidak asal comot seperti selama ini. Misalnya PPS asal comot, tidak paham bisa jadi PPS,’’ ujar Junimart.

Junimart menuturkan, anggaran itu untuk memaksimalkan tahapan, dimulai pendaftaran sampai pada penghitungan suara, dan untuk memenuhi tahapan-tahapan dibutuhkan SDM. ‘’Besok (hari ini) kita akan bahas anggaran dengan Kemendagri, KPU, Bawaslu, DKPP, nanti bisa dilihat. Untuk semua, bukan melulu untuk anggaran 2022, karena kan tahapan pemilu udah berjalan tahun depan. Paling lambat akhir tahun depan harus udah berjalan,’’ tandasnya. rul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.