Ini Lima Kecamatan di Buleleng Belum Tersentuh Hujan Lebih dari 30 Hari

KEPALA BPBD Kabupaten Buleleng, Putu Ariadi Pribadi. Foto: ist
KEPALA BPBD Kabupaten Buleleng, Putu Ariadi Pribadi. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, BULELENG – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar mengidentifikasi sedikitnya ada lima kecamatan di Kabupaten Buleleng belum tersentuh hujan dalam kurun waktu yang cukup lama. Untuk Kecamatan Buleleng, Kecamatan Sawan, dan Kecamatan Sukasada menurut data, sudah 30 hari lebih tidak turun hujan.

Sedangkan dua kecamatan yang tidak turun hujan lebih dari 60 hari berturut-turut yakni Kecamatan Gerokgak di angka 84 hari dan disusul Kecamatan Kubutambahan di angka 89 hari.

Read More

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng, Putu Ariadi Pribadi, dikonfirmasi Minggu (1/10/2023) membenarkan bahwa lima kecamatan di Kabupaten Buleleng Tanpa Hujan berturut-turut (HTH). Atas kondisi ini, pihaknya melakukan koordinasi dengan Kecamatan termasuk desa sebagai langkah antisipasi krisis air hingga kebakaran hutan.

Ariadi menyebut, dengan kondisi tidak turun hujan selama itu berpotensi menimbulkan kekeringan dan juga kebakaran lahan.  Sebelumnya berdasarkan catatan BPBD, sudah ada beberapa terjadi kebakaran lahan seperti di Kecamatan Gerokgak di Bukit Batu Kursi, Bukit Desa Sanggalangit, dan terakhir di Desa Tukad Sumaga.

“Masyaralat yang dekat dengan hutan lebih berhati-hati melakukan aktivitas. Misalnya mengambil madu dengan sarana obor, merokok, maupun membersihkan lahan,” ucap Ariadi.

Ariadi menambahkan, BPBD Buleleng juga sudah mendistribusikan air untuk wilayah-wilayah di Buleleng yang kekurangan air bersih. Wilayah-wilayah tersebut di antaranya Desa Madenan, Desa Kaliasem, dan Desa Selat. “Untuk air bersih, ada beberapa desa yang sudah kami bantu suplai air. Salah satunya di Desa Kaliasem kita sudah suplai,” katanya.

Selain itu, menyikapi kekeringan ekstrem, pihaknya mengaku tengah mempersiapkan surat edaran yang akan disebarkan kepada desa-desa yang masuk rawan kebakaran hutan. Imbauan ini agar masyarakat lebih waspada dan dari potensi kebakaran. edy

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.