Guru Diimbau Tak Tolak Vaksinasi Covid-19

  • Whatsapp
KN. Boy Jayawibawa, AA Made Asmara Wijaya, dan Ketut Suarya. Foto: tra
KN. Boy Jayawibawa (kiri), AA Made Asmara Wijaya (tengah) dan Ketut Suarya. Foto: tra

DENPASAR – Pemerintah mengagendakan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 tahap dua untuk para pekerja publik mulai Rabu (17/2/2021), dengan memprioritaskan tujuh provinsi di Pulau Jawa-Bali. Salah satu pelayan publik yang dimaksud adalah tenaga pendidik atau guru.

Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Kadisdikpora) Provinsi Bali, Dr. KN. Boy Jayawibawa, mengapresiasi perhatian pemerintah pusat memprioritaskan vaksinasi untuk guru, khususnya di Bali. Ia mengimbau guru tak menolak vaksinasi Covid-19.

Bacaan Lainnya

Jika nanti guru-guru sudah menjalani vaksinasi Covid-19, sangat membantu murid-murid yang tidak dapat belajar online atau virtual karena sejumlah keterbatasan dapat segera melakukan proses belajar dan mengajar secara tatap muka. Sesuai arahan Presiden, sambung Boy Jayawibawa, pastinya vaksinasi ini untuk kepentingan lebih besar.

Dia pun meminta agar para guru mengikuti arahan dari pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19, khususnya terkait proses vaksinasi. “Saya sampaikan kepada teman-teman guru, pengajar, para kepala sekolah agar mengikuti aturan dan ketentuan dan kebijakan dari pemerintah baik itu pusat maupun daerah terkait dengan vaksinasi,” ujar Boy Jayawibawa, Selasa (16/2/2021).

Boy Jayawibawa menyebutkan, jumlah guru yang akan menjadi peserta vaksinasi Covid-19 untuk tingkat SMA/SMK serta SLB di Bali diperkirakan sekitar 12 ribu, sudah termasuk tenaga kependidikan (pegawai). ‘’Kami segera melakukan pendataan dan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan,’’ sebutnya.

Baca juga :  Bali Tambah 3 Kasus Positif Covid-19 dari Transmisi Lokal, Sembuh Bertambah 4 Orang

Sementara itu, Pemerintah Kota Denpasar mulai mendata guru yang akan menjalani vaksinasi Covid-19. Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, AA Made Asmara Wijaya, di kesempatan terpisah mengatakan, sudah melakukan pendataan target sasaran pelayanan publik untuk pelaksanaan vaksinasi Covid-19. ‘’Kami sasar seluruh guru, baik PNS maupun guru kontrak dan guru swasta tingkat TK, SD hingga SMP,’’ lugas Agung Wijaya.

Ia berharap, pendataan segera selesai dan vaksinasi Covid-19 kepada para guru bisa dilaksanakan. Langkah tersebut diharapkan dapat membuat proses vaksinasi Covid-19 bagi tenaga pengajar tepat sasaran dan berjalan dengan lancar. ‘’Kami terus melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan. Saat ini memang belum terjadwal, kami masih menunggu informasi lebih lanjut dari pemerintah pusat,’’ sebutnya.

Dihubungi terpisah, Ketua PGRI Kota Denpasar, Drs. Ketut Suarya, M.Pd., menegaskan bahwa vaksin sangat dibutuhkan untuk mencegah dan melindungi warga negara dari kemungkinan terserang Covid-19. Apalagi vaksin juga telah dinyatakan manjur dan halal oleh pihak berwenang. “Vaksin harus telah mendapat sertifikat halal dan lulus uji guna kedaruratan dari BPOM,” tutur dia.

Dia menambahkan, pemberian vaksinasi ini merupakan upaya serius pemerintah dan ilmuwan untuk melindungi warga negaranya dari virus. Ia berharap, jika para guru sudah mendapatkan vaksinasi dunia pendidikan bisa kembali beroperasi seperti sedia kala dengan penerapan protokol kesehatan. ’’Secara khusus, kami ingin bahwa para guru dan siswa terlindungi dari Covid-19 ini,’’ jelasnya.

Baca juga :  Balita Pengidap Gizi Buruk di Denpasar Utara Diberi Bantuan

Kata dia, vaksin juga sebagai suatu ikhtiar dalam pengembangan riset dan ilmu pengetahuan untuk mengatasi penyebaran virus yang membahayakan masyarakat. ’’Semoga upaya-upaya yang tengah dilakukan ini menjadi jalan menuju perlindungan kesehatan bagi semua,” ujarnya. tra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.