GPS: East Bali FC Ukir Sejarah Baru Persepakbolaan Bali Timur

  • Whatsapp
KETUA East Bali FC Karangasem, GEDE Pasek Suardika (GPS). foto: dok

DENPASAR – Tidak seorang pun sebelumnya memprediksi, East Bali FC Karangasem akan menjelma menjadi kekuatan baru dalam persepakbolaan Bali. Sepak terjang klub pendatang baru yang dinahkodai (ketua) politikus I Gede Pasek Suardika (GPS) ini, sontak menjadi sorotan publik.

Setelah tim senior East Bali FC tembus semifinal di kancah Liga 3 Bali 2021 sebelum disingkirkan PS Jembrana, kini tim juniornya (U17) membuat kejutan melangkah ke final Piala Soeratin U17 Rayon Bali 2021.

Bacaan Lainnya

Tak tanggung-tanggung, tim yang disingkirkan di semifinal adalah Perseden U17 yang notabene barometer sepakbola Bali. Walau kemenangan itu diraih melalui drama adu penalti, berhasil mengalahkan tim sekelas Perseden yang menyandang juara bertahan memiliki nilai historis bagi East Bali.

Ini adalah sejarah baru bagi persepakbolaan Karangasem, karena untuk pertamakalinya punya tim yang bisa menikmati partai pamungkas (laga final) pada even resmi PSSI.

Astungkara (atas kehendak yang di Atas/Tuhan), walau dengan perjuangan sangat berat, anak-anak bisa membuat sejarah baru bagi sepakbola di kawasan Bali Timur, khususnya Karangasem. Apalagi yang dikalahkan adalah Perseden yang merupakan legenda sepakbola Bali,” ujar GPS yang masih ada di luar daerah (Bandung) saat dihubungi via telepon.

Baca juga :  Kiat Berkebun dan Budidaya Ikan di Lahan Terbatas Saat Pandemi Covid-19

Menurutnya, hasil final ini di luar dugaan dan sudah sangat melebihi target. Untuk itu, GPS menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas kerja keras para pemain selama lebih dari 100 menit. ”Terima kasih juga kepada manajemen tim dan staf pelatih atas sukses ini,” tambahnya.

Sebagai klub pendatang baru, GPS mengaku sangat bangga dengan torehan prestasi East Bali masuk final. Pastinya, menurut dia, bisa mengalahkan Perseden pastinya akan menambah besar motivasi para pemain.

”Menghadapi Laga final nanti, tentu saya berharap anak-anak tetap main lepas tanpa beban. Tapi, jika mau buat sejarah lagi, ya sekalian saja rebut juaranya,” harap GPS yang juga Ketua Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) ini. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.