Singkirkan Perseden, East Bali FC Tantang PS Badung di Final Piala Soeratin U17 Bali

  • Whatsapp
PARA pemain, pelatih dan ofisial East Bali FC Karangasem foto bersama merayakan kemenangan usai mengalahkan Perseden 6-5 pada babak semifinal Piala Soeratin U17 Rayon Bali 2021, di Stadion Debes Tabanan, Kamis (23/12/2021). foto: ist

TABANAN – Tim debutan East Bali FC Karangasem kembali membuat kejutan besar dengan menyingkirkan juara bertahan Perseden Denpasar, pada babak semifinal Piala Soeratin U17 Rayon Bali, di Stadion Debes, Kabupaten Tabanan, Kamis (23/12/2021).

Kemenangan atas Perseden semakin menambah motivasi anak-anak asuhan duet Pelatih I Gede Ening Sumantra dan Budi Santoso ini, untuk menantang PS Badung pada partai final, Minggu (26/12/2021). PS Badung yang dibesut Pelatih Nyoman ”Karton” Sukadana lebih dulu ke final, setelah mengalahkan Bali FC 1-0.

Bacaan Lainnya

East Bali harus melakoni laga selama 100 menit, sebelum mengalahkan Perseden melalui drama adu penalti dengan skor 6-5. Dalam waktu normal 2 X 40 menit, kedua tim bermain sama kuat 0-0, sehingga pertandingan dilanjutkan dengan perpanjangan waktu 2 X 10 menit.

East Bali sempat berada di atas angin ketika dalam perpanjangan waktu (menit ke-89) mendapat hadiah penalti dari Wasit I Gusti Ketut Kalem dari Kabupaten Tabanan. Muhammad Fikri Haekal Dzaky yang menjadi algojo, tak menyi-nyiakan kesempatan itu untuk membawa timnya unggul 1-0 setelah sepakannya gagal dibendung kiper Perseden Komang Barca Abhiraksita.

Tapi kemenangan East Bali yang sudah didepan mata buyar saat laga perpanjangan waktu tersisa 2 menit (menit ke-98). Pemain pengganti Perseden Anak Agung Made Apriangga Pradiva menjaga asa Perseden setelag berhasil membobol gawang Made Widi Prawiratama.

Baca juga :  Penerima Vaksin Covid-19 di Bali 2,6 Juta Orang

Skor 1-1 ini bertahan sampai laga perpanjangan waktu selesai dan memaksa kedua tim harus melakoni adu kiper untuk menentukan pemenang.

Kiper Made Widi layak disebut pahlawan East Bali dalam drama adu penalti tersebut, setelah ia berhasil menepis dua tendangan algojo Perseden, Agung Angga dan Dipta. Sementara kiper Perseden Komang Barca hanya mampu menggagalkan satu tendangan algojo East Bali, Yusuf Eka Darmawan.

Di sisi lain, lima dari enam penendang East Bali masing-masing sang kapten Ahmad Nur Hidayat, Petrus Mallo, Putu Lingga Jaya, Muhammad Fikri dan R. Soma Arya Demung sukses menjalankan tugasnya dengan baik. Sedangkan dari 6 algojo Perseden, hanya empat yang bisa menjadikan gol yakni Billy, Figo, Putu Bagus dan Made Febri Adnyana.

Sukses mengalahkan Perseden disambut gegap gempita seluruh pemain, ofisial dan tim pelatih East Bali. Kemenangan ini menurutnya menjadi kebangkitan persepakbolaan Karangasem setelah lebih dari 16 tahun mati suri. ”Kemenangan ini adalah buah dari kerja keras pemain dan tentunya juga dukungan masyarakat Karangasem,” ujar Budi Santoso usai laga.

Ditanya resep mengalahkan Perseden? ”Lawan (Perseden) memang tim bagus dan menyandang juara bertahan. Karena itu, tim pelatih mengintruksikan agar anak-anak main lepas tanpa beban. Terpenting semangat dan percaya diri. Anak-anak pun menjalankan strategi ini di lapangan dengan baik,” ungkap Budi Santoso.

Baca juga :  Mulai 1 Oktober, Denpasar Gelar PTM Terbatas, Siswa Tak Wajib Pakai Pakaian Seragam

Sementara, Pelatih Kepala Perseden Nyoman Agus Budiartha menilai perjuangan para pemainnya sudah sangat maksimal. Menurutnya, tim Perseden sebenarnya lebih menguasai permainan, namun hasil berkata lain. ”Anak-anak sudah bekerja keras, namun apa daya kita tergelincir saat adu penalti,” ungkapnya lirih. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.