POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Begitu diketahui telah formulir pendaftaran bakal calon (bacalon) Ketua Umum (Ketum) KONI Bali masa bhakti 2026-2030, para pendukung Wakil Gubernur (Wagub) Bali I Nyoman Giri Prasta, langsung bersorak kegirangan.
Setelah Ketua Umum KONI KLungkung Anak Agung Gde Anom, secara terangan terangan membuka pencalonan Giri Prasta, ternyata dukungan semakin deras mengalir kepada mantan orang nomor satu di Kabupaten Badung yang dikenal dengan sebutan ”bupati bares” itu.
Dukungan disambung dari Ketua Umum Pengprov Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI) Bali, Nyoman Graha Wicaksana. Juga datang dari tokoh sepakbola asal Ubud Gianyar, Ketut Suardana yang sudah dua periode memimpin Askot PSSI Bali.
Wagub Giri Prasta adalah figur paling komplet untuk membawa perubahan besar di ekosistem olahraga Bali. “Beliau (Giri Prasta) sangat aktif di berbagai kegiatan olahraga, mulai dari silat hingga menjadi pembina berbagai cabor. Beliau sangat dikenal dan diterima oleh anak muda Bali,” ujar Agung Anom tegas.
Selain itu, saat menjabat bupati Badung pun Giri fokus pada pembinaan atlet berprestasi, mendukung cabang olahraga voli, basket, futsal, catur, sepakbola dan lainnya, serta mendorong penyelenggaraan Porsenides. ”Pastinya PSOI sangat mendukung Pak Giri memimpin KONI Bali. Mudah-mudahan beliau mau,” ucap Graha Wicaksana via saluran telepon.
Bukan hanya jadi bupati, perhatian Giri Prasta terhadap kemajuan olahraga Bali sudah mulai terlihat. Saat tim sepakbola Perseden Denpasar berjuang di Liga 4 putaran nasional, Giri Prasta selalu punya waktu untuk memberikan dukungan langsung. Tak hanya dukungan moril, tetapi juga materiil dengan memberikan bonus.
Andil Giri Prasta juga ikut mendorong Perseden meraih prestasi, lolos ke Liga 3 (Liga Nusantara). Itu makanya insan sepakbola, terutama dari para gibol Perseden (Askot PSSI Denpasar) sangat mendukung Wagub Giri Prasta memimpin KONI Bali.
”Melihat kiprahnya itu, Ty (Saya) dukung beliau (Giri Prasta), semoga dengan leadership-nya, beliau akan mampu menggairahkan atlet-atlet Bali untuk berprestasi baik di level nasional maupun internasional,” ujar Ketut Suardana, yang kembali dicalonkan memimpin Asprov PSSI Bali untuk periode ketiganya.
Dukungan terhadap Wagub Giri Prasta, semakin deras mengalir. Kali ini datang dari Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Cricket Indonesia (PCI) Bali, dan juga Pengprov Bali Keluarga Olahraga Tarung Derajat (Kodrat).
Dukungan PCI Bali tertuang dalam Surat Dukungan Calon Ketua Umum Provinsi Bali Nomor; 09/PCI-BALI/III/2026 dan telah ditandatangani Ketua Umum Anak Agung Bagus Tri Candra Arka (Gung Cok).
Sedangkan dari Kodrat, tertuang dalam surat Nomor; 09/KODRAT-BALI/III/2026. Ditandatangani oleh Ketua Umum I Gusti Ngurah Jaka Pratidnya, serta Sekretaris Agung Bagus Tri Candra Arka tertanggal 3 Maret 2026.
Dihubungi Selasa (3/3/026 )melalui sambungan telepon, Gung Cok mengungkap alasannya kenapa mendukung sosok Giri Prasta tersebut .
“KONI Bali maupun Kabupaten/Kota merupakan perpanjangan tangan dari pada pemerintah daerah. Jadi jika Wakil Gubernur yang menjadi pimpinan KONI, pastinya lebih mengena dan lebih mengetahui keberadaan KONI itu sendiri dalam hal pendanaan,” ungkapnya.
Gung Cok yang juga Binpres KONI Bali mengungkap bahwa Pengprov tugasnya mendistribusikan para atlet yang ada di kabupaten/kota dalam mengikuti event nasional. “Pastinya hal ini tidak terlepas dari pendanaan, dan pembinaan itu ada di kabupaten/kota,” jelasnya.
Pihaknya juga mengungkap bahwa Pengprov selama ini tertatih dalam hal pendanaan. “Bukan berarti kami tidak bertanggung jawab, kami tetap bekerja maksimal. Tapi kalau sudah Pemerintah Provinsi yang mengetahui, maka akan menjadi lebih mengena. Berapa sih kebutuhan anggaran yang dipasang untuk memaksimalkan atlet. Mulai dari persiapan hingga pelaksanaan,” katanya.
Gung Cok juga menyampaikan alasan berikutnya kenapa mendukung unsur pimpinan dari Pemerintah Provinsi Bali. Yakni dari sisi sarana prasarana (sarpras), karena sudah diketahui dan dilihat langsung oleh Ketua KONI.
“Sarpras ini untuk mempersiapkan para atlet. Kami harap kebutuhan atlet ini diperbaiki atau sarpras ini akan dibangun,” bebernya.
Pihaknya yakin Giri Prasta akan maksimal dalam memajukan olahraga di Bali. Karena mengetahui betul kondisi dan situasi keuangan daerah, sehingga bisa lebih maksimal. “Sarana dan prasarana yang kita miliki di Bali itu sangat minim. Apalagi rencana sport tourism yang memerlukan sarana dan prasarana yang representatif,” katanya.
Menurutnya, potensi sport tourism ini sangat besar di Bali. Para insan olahraga yang datang ke Bali tak hanya bertanding, namun juga sambil liburan menikmati suguhan pariwisata budaya yang ada di Pulau Dewata ini. “Jadi alasan itulah, sehingga beliau cocok untuk memimpin KONI ke depan,” tandasnya.
Disinggung terkait dua kandidat lainnya yakni Anak Agung Ngurah Maha Diptha dan petahana I Gusti Ngurah Oka Darmawan, Gung Cok berharap mereka legowo.
“Ini untuk kepentingan lebih penting dan lebih besar. Kalau mengetahui anggaran dan juga sebagai eksekutor, otomatis beliau (Giri Prasta, red) lebih mengena. Namun jika orang luar pemerintah, maka itu akan membutuhkan proses yang panjang dan belum tentu disetujui,” katanya.
Sementara itu, ditanya terkait agenda KONI Bali yakni Porprov tahun 2027 serta PON NTB/NTT tahun 2028, Gung Cok menegaskan bahwa kedua event tersebut merupakan ajang regular yang telah terbiasa diikuti maupun dilaksanakan Bali.
“Kalau melihat sosok Giri Prasta, beliau itu orang lapangan dan melihat serta mengetahui langsung apa yang terjadi. Jadi beliau itu orang lapangan, mengetahui anggaran, dan Wagub, sehingga sudah pas menjabat sebagai Ketua KONI Bali. Ibaratnya yang punya uang dan yang mengerjakan langsung. Otomatis tidak perlu bingung lagi,” tegasnya.
Pihaknya menjelaskan bahwa KONI Bali merupakan kerja tim. Terdapat berbagai bidang yang bakal turut membantu kinerja kepemimpinan Giri Prasta dalam menakhodai KONI Bali empat tahun ke depan. “Olahraga ini murni ngayah, menjunjung tinggi sportivitas dan menjaga marwah olahraga,” pungkasnya. yes
























