Eka Nuryada: Pelatihan Koding-AI untuk Guru Perlu Berkesinambungan

KETUA PGRI Smart Learning and Character Center (SLCC) Provinsi Bali, I Gede Eka Nuryada. Foto: ist
KETUA PGRI Smart Learning and Character Center (SLCC) Provinsi Bali, I Gede Eka Nuryada. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Ketua PGRI Smart Learning and Character Center (SLCC) Provinsi Bali, I Gede Eka Nuryada, menilai pembelajaran koding-AI tergesa-gesa. Hal ini dapat dilihat di satuan pendidikan, tidak semua sekolah memiliki guru dengan background IT atau guru mata pelajaran yang memiliki kemampuan IT.

Ia mengatakan, sebenarnya sebaran guru IT atau guru mapel lain yang memiliki kemampuan IT harus dimiliki di masing-masing satuan pendidikan. Kalau ini sudah tersebar, baru dilaksanakan pelatihan.

Read More

‘’Dan, pelatihan ini juga jangan sampai disini saja, sebenarnya pelatihan terus berkesinambungan, karena perkembangan IT dan koding terus ada perubahan dan kalau bisa pelatihan ini bekerja sama juga dengan MGMP Informatika baik tingkat Provinsi/Kabupaten/Kota,’’ ujarnya, Kamis (21/8/2025).

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, memberikan dukungan penuh terhadap pembelajaran koding dan artificial intelligence (AI) di sekolah. Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Ditjen PDM Kemendikdasmen), Gogot Suharwoto, beberkan besaran anggaran program deep learning (pembelajaran mendalam) dan koding-AI. Jumlah total anggaran ini sekitar Rp 750-800 miliar.

Anggaran yang sudah dipersiapkan ini akan ditransfer langsung ke rekening sekolah. Setelah diterima sekolah, anggaran bisa dibelanjakan 3 hal, yakni training, beli dokumen, dan berlangganan konten pembelajaran. ‘’Itu pembelanjaannya untuk 3 hal, untuk training karena perangkat sudah kita kasih dari pusat, untuk beli dokumen pendukung seperti buku, kemudian juga ketiga untuk berlangganan (konten pembelajaran),’’ bebernya dikutip dari detikEdu.

Lebih lanjut, Gogot menjelaskan anggaran program deep learning dan koding-AI ini diberikan untuk SD, SMP, SMA, dan SMK. Adapun rincian anggaran yang akan diterima per sekolah yakni SD Rp22,5 juta/sekolah, SMP Rp35 juta/sekolah, dan SMA/SMK Rp45 juta/sekolah.

Seperti diketahui, Kemendikdasmen secara resmi telah menetapkan Koding dan Kecerdasan Artifisial (AI) sebagai mata pelajaran pilihan dalam kurikulum tahun ajaran 2025/2026. Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Nomor 13 Tahun 2025. Mata pelajaran ini akan dikenalkan mulai dari kelas 5 dan 6 SD, kelas 7 hingga 9 SMP, serta kelas 10 sampai 12 SMA/SMK dengan tingkat kompleksitas materi yang disesuaikan. Tujuannya adalah untuk membekali siswa dengan pengetahuan dan praktik digital sesuai dengan kemajuan teknologi. tra

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.