KARANGASEM – Empat hari menjelang pemberlakuan pelarangan mudik oleh pemerintah pusat, arus mudik di Pelabuhan Padangbai, Manggis, Karangasem mengalami peningkatan signifikan sejak Sabtu (1/5/2021) hingga Minggu (2/5/2021). Karena kebutuhan menyeberang itu, ratusan pemudik menjalani tes antigen. Kondisi ini justru menimbulkan kerumunan, karena kurang menerapkan protokol kesehatan.
Ratusan pemudik yang didominasi oleh pemotor antre di areal parkir timur loket tiket kendaraan. Sementara pengendaranya antre untuk melakukan tes antigen di sebelah loket tiket penumpang penumpang pejalan kaki di ruang tunggu pelabuhan.
“Kami harus mudik lebih awal, karena kantanggal 6 sampai 7 Mei nanti sudah ada pelarangan mudik. Jadi, kami sebisa mungkin berangkat mudik ke kampung halaman,” ungkap Asril, salah satu pemudik yang mengaku berasal dari Mataram, Lombok.
Polres Karangasem sebenarnya melakukan penyekatan arus mudik di dua pos, masing-masing di pos penyekatan perbatasan Yeh Malet, dan di Pos 1 Padangbai yang merupakan pintu masuk utama pelabuhan. Namun, penyekatan ini baru sebatas memberi imbauan kepada para pemudik yang menuju pelabuhan, agar mengurungkan niatnya demi menghindari penyebaran wabah Covid-19.
Tindakan tegas dengan menghalau pemudik untuk putar balik baru akan diberlakukan mulai tanggal 6 s.d. 17 Mei mendatang. Dalam periode itu, ASDP Padangbai juga tidak akan menjual dan melayani penjualan tiket kepada penumpang pejalan kaki maupun kendaraan yang akan menyeberang ke Pelabuhan Lembar, Lombok.
Yang dikecualikan hanya pejabat pemerintah, ASN dan TNI/Polri yang perjalanan tugas keluar daerah, serta dilengkapi dengan surat tugas dari atasan atau kepala instansi tempat mereka bertugas. Pun orang maupun kendaraan lainnya yang diizinkan oleh aturan. nad
























