KARANGASEM – Proyek pengaspalan jalan di Dusun Panek menuju Manik Aji, Desa Ban, Kubu, Karangasem yang saat ini masih berjalan disoroti Perbekel Desa Ban, I Gede Tamu Sugiantara. Dia mengaku khawatir kualitas aspal tidak memenuhi kriteria dan cepat rusak. Agar kekhawatiran itu tidak terjadi, dia mengharapkan DPRD Karangasem ikut serta memantau proses pengaspalan itu.
Gede Tamu Sugiantara menuturkan, saat dia ke lapangan bersama kepala wilayah setempat, juga bersama anggota BPD Ban, ternyata proyek belum selesai. Dia mengklaim aspalnya terlalu tipis, tanah masih kelihatan, dan bergelombang. Karena temuan itu, dia minta tim teknis PUPR Karangasem mengawasi dengan bagus.
“Saya juga berharap anggota DPRD turun memantau dan melihat langsung keadaan jalan dan hasil proses pengaspalan. Saya selaku warga, juga Perbekel, tidak mau jalan ini nanti belum cukup waktu (tapi) sudah rusak,” serunya, Senin (27/12/2021).
Sebagai Perbekel, sambungnya, dia harus memiliki rasa tanggung jawab terhadap kondisi grafis daerah. Alasannya, jalan ini merupakan salah satu fasilitas akses untuk kemudahan dan kelancaran masyarakat. Karena itu dia berharap bisa bertahan lama. “Peran pemerintah juga sangat penting dalam pengawasan, seperti anggota Dewan yang juga ikut serta memberi motivasi pengawasan proyek di sini pengerjaan tidak asal-asalan. Proyek pengaspalan itu baru dimulai pada Minggu (26/12/2021) siang.
Mengenai kondisi jalan yang saat ini belum disentuh aspal, dia berkata untuk wilayah di Desa Ban masih perlu diaspal sekira 23 km lagi. Pengaspalan saat ini termasuk ruas jalan kabupaten, yang prosesnya melalui usulan dari desa sejak lama sekali. Baru bisa tahun 2021 ini berjalan. “Untuk proses aspalnya baru sekitar 50 sampai 60 persen,” pungkasnya. nad























