Donor Darah di Tengah PPKM, Golkar Wajib Terdepan Beri Solusi

  • Whatsapp
PETUGAS PMI mengambil darah dari pendonor di aula DPD Partai Golkar Bali dalam donor darah jilid II dengan target 1.000 kantong darah, Minggu (15/8/2021). Foto: hen
PETUGAS PMI mengambil darah dari pendonor di aula DPD Partai Golkar Bali dalam donor darah jilid II dengan target 1.000 kantong darah, Minggu (15/8/2021). Foto: hen

DENPASAR – Doktrin karya dan kekaryaan Partai Golkar mewajibkan para kader partai tampil terdepan memberi solusi ketika negeri sedang ada masalah. Salah satu implementasinya adalah tetap mendukung pasokan darah ke PMI, meski donor darah harus dijalankan di tengah restriksi PPKM. Hal itu dilontarkan Ketua DPD Partai Golkar, Bali, I Nyoman Sugawa Korry, di sela-sela donor darah jilid 2 Partai Golkar yang serentak di seluruh Bali dengan target 1.000 kantong darah, di aula DPD Partai Golkar Bali, Minggu (15/8/2021).

Menurut Sugawa, ketika Palang Merah Indonesia (PMI) diketahui kekurangan stok darah karena adanya restriksi kegiatan masyarakat akibat PPKM, Golkar hadir memberi jawaban dan solusi. “Dalam suasana PPKM hari ini, kebutuhan darah sangat mendesak, berat, karena stok darah menipis. Karena itu kami lakukan 1.000 kantong yang kedua, dan ini akan terus berlanjut. Begitu kebutuhan darah mendesak dipenuhi, kami akan gerakkan seluruh jajaran kader, pengurus dan masyarakat (untuk donor darah),” sebut Wakil Ketua DPRD Bali tersebut.

Bacaan Lainnya

Dia menguraikan, pendaftaran yang masuk sudah lebih dari 1.300 orang. Namun, memang tidak semua dapat mendonorkan darahnya, karena bergantung kondisi kesehatan calon pendonor itu sendiri. Sugawa juga memberi apresiasi kepada seluruh jajaran kader dan masyarakat yang memberi respons untuk peduli kepada sesama.

Baca juga :  Objek Wisata di Klungkung Dibuka, Satpol PP Diinstruksi Pantau Kunjungan

Disinggung harapan terkait PPKM Level IV yang diperpanjang, Sugawa terkesan hati-hati menjawab. Soal diperpanjang atau tidak, ulasnya, merupakan keputusan pemerintah pusat sesuai situasi dan kondisi yang berkembang. Yang jelas Golkar akan tunduk dan taat mengikuti PPKM. Kalau harus menjalankan prokes ketat misalnya, hal itu akan dijalankan. “Termasuk prokes ketat dalam donor darah ini,” sambungnya didampingi Ketua Infokom dan MPO Partai Golkar Bali, Iwan Karna.

Langkah strategis Golkar lainnya, imbuh Sugawa, adalah mengatasi persoalan kekurangan oksigen dengan rapat TAPD dan Banggar DPRD Bali, Senin (16/8). Golkar mendorong pengadaan generator oksigen disiapkan APBD di Provinsi dan kabupaten/kota, termasuk dari CSR (tanggung sosial perusahaan) dari masyarakat. Dalam kapasitas tertentu setingkat RS Bali Mandara misalnya, perlu anggaran sekira Rp5 miliar.

Rumah sakit lain harus disiapkan juga anggarannya, nilainya bergantung rapat Senin hari ini. Untuk menyiapkan anggaran, dia mengakui akan ada refocusing kembali, karena oksigen ini termasuk skala prioritas.

“Proyeksinya harus kerjasama dengan kabupaten, misalnya RSUD Wangaya milik Denpasar, harus ada sinergitas dengan Provinsi dan kabupaten, serta swasta dan BUMN dengan CSR. Kami akan dorong Gubernur (melakukan itu). Ini tenaga kesehatan kita di rumah sakit deg-degan karena keterbatasan oksigen,” ungkapnya.

Sementara di DPD Partai Golkar Gianyar, selain turut menjalankan donor darah, juga membagikan 150 paket sembako. Ketua DPD Partai Golkar Gianyar, I Kadek Era Sukadana, kegiatan partai sebagai respons kelangkaan darah di Bali. “Setiap anggota DPRD kami wajibkan membawa 10 orang masyarakat,” ujar politisi asal Ubud ini.

Baca juga :  Komisioner KPU Diingatkan Jangan Paksakan Diri Bekerja

“Kami juga ada pembagian paket sembako, karena saat ini kondisi ekonomi masyarakat sangat sulit. Kami berikan ke masyarakat yang membutuhkan,” tandasnya. 

Wakil Ketua DPRD Gianyar, IGN Anom Masta, menambahkan, saat ini banyak masyarakat takut donor darah, sedangkan kebutuhan darah terus meningkat. Namun, kata dia, untuk aksi kemanusiaan kader Golkar selalu siap.

Anom minta masyarakat tidak takut donor darah saat pandemi, karena diterapkan protokol kesehatan sangat ketat. “PMI menerapkan prokes dengan ketat. Apalagi darah tersebut digunakan untuk membantu orang sakit,” ujarnya. 

Nyoman Wardana, pendonor asal Banjar Negari, Desa Singapadu, Sukawati, mengaku antusias mengikuti donor darah ini. Dari dulu ingin donor darah karena mendengar donor darah itu bagus untuk kesehatan, baru kali ini ada yang mengajak. “Walaupun bukan kader, saya sangat bersemangat datang ke sini,” tandasnya. hen/adi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.