MATARAM – Kenaikan dua item belanja dalam Nota Keuangan Raperda tentang Perubahan APBD NTB 2022 terus menjadi sorotan DPRD NTB. Kenaikan anggaran belanja operasi dan belanja hibah dinilai signifikan, selain pengelolaanya dilakukan langsung oleh satu OPD yakni BPKAD.
Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD NTB, Ruslan Turmudzi, mengatakan, belanja hibah mengalami kenaikan dari Rp163 miliar menjadi Rp286 miliar lebih, atau setara 63,44 persen.
Angka kenaikan Rp103 miliar lebih dipandang tinggi sekali. “Itu enggak rasional di tengah keterbatasan fiskal daerah saat ini,” tegas Ruslan dalam rapat paripurna, Rabu (14/9/2022).
Menurut politisi PDI Perjuangan itu, kenaikan anggaran serupa juga terjadi di sisi belanja operasi. Dalam APBD murni tahun 2022, angkanya hanya Rp3,963 miliar lebih.
Sementara dalam APBD Perubahan direncanakan Rp 3,986 miliar lebih, artinya ada kenaikan sekitar 0,58 persen. “Angka kenaikan Rp23 miliar lebih itu juga enggak rasional. Untuk apa kegunaannya ada belanja operasi itu?” serunya.
Dia menegaskan, jika kondisi keuangan daerah mengalami defisit, seharusnya item belanja modal yang diperbanyak. Padahal saat ini yang tengah dibahas adalah draf KUA/PPAS APBD Perubahan 2022.
“Setahu saya kita enggak pernah bahas adanya pra-Nota Keuangan, kok tiba-tiba sekarang sudah diarahkan harus membahas KUA/PPAS yang masih panjang alurnya?” ketusnya.
Hal serupa juga dilontarkan anggota Fraksi Gerindra, Mori Hanafi. Menurut Mori, dengan kondisi fiskal daerah yang kini belum stabil, maka sikap hati-hati dalam penyusunan anggaran daerah harus tetap dikedepankan. Jika tidak, maka akan berdampak pada proyeksi APBD Murni tahun 2023.
“Tadi saya interupsi itu, hanya lebih pada mengingatkan saja. Saya butuh penjelasan terkait kenapa ada pendapatan dan belanja bisa naik di tengah kondisi keuangan daerah yang masih menyisakan banyak persoalan?” ungkap Mori.
Dia mengaku heran dengan atas sikap pimpinan DPRD NTB yang terkesan mengabaikan interupsinya. “Tapi karena kami diminta untuk menyampaikan melalui saluran fraksi, ya kami iyakan saja,” tandas Mori dengan nada kesal. rul























