POSMERDEKA.COM, GIANYAR – Mencegah adanya pekerja migran ilegal, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Gianyar mengadakan sosialisasi peningkatan pelindungan dan kompetensi CPMI/PMI bagi anak-anak SMA/SMK di SMK Werdi Sila Kumara, Selasa (21/5/2024). Acara dengan tema “Mekanisme dan Prosedur Bekerja ke Luar Negeri” ini dibuka Kadisnaker Gianyar, Ida Ayu Ketut Surya Adnyani.
Dalam sambutannya, Adnyani mengatakan, dalam upaya menurunkan tingkat pengangguran sekaligus menyiapkan sumber daya manusia berkualitas di bidangnya, Pemkab Gianyar konsisten melakukan upaya menurunkan angka pengangguran. Jalannya melalui bursa kerja, pelatihan sesuai kebutuhan pasar kerja, menciptakan lapangan kerja baru, dan mendorong terbentuknya Bursa Kerja Khusus (BKK).
“Berdasarkan data BPS periode 2023, tingkat pengangguran sebanyak 2,96 persen atau sejumlah 9.687 pengangguran. Dengan tingkat partisipasi angkatan kerja sejumlah 1.662 pencari kerja, penduduk usia 15 tahun ke atas yang bekerja ke luar negeri sejumlah 981 orang,” katanya.
Selain itu, untuk mengurangi angka pengangguran, menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) menjadi salah satu alternatif memperoleh kehidupan lebih baik. Karena itu, penempatan CPMI ke luar negeri menjadi agenda penting bagi Indonesia, selama masih belum tersedia kesempatan kerja yang cukup di dalam negeri.
Sejak tahun 2015, terangnya, Pemkab Gianyar memiliki Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) untuk memberi layanan tenaga kerja yang ingin bekerja ke luar negeri secara prosedural.
Pemerintah menggariskan kebijakan bahwa pengiriman tenaga kerja Indonesia ke luar negeri, diutamakan di sektor usaha formal dengan tingkat pendidikan dan keterampilan menengah ke atas. Tujuannya agar tenaga kerja itu adalah tenaga kerja terpilih, terlatih dan mampu bersaing di pasar kerja serta memiliki keunggulan komparatif.
“PMI krama Bali, khususnya di Kabupaten Gianyar, berkontribusi besar dalam peningkatan pembangunan daerah. Namun, belum terdata dengan baik, sehingga perlu diberi pemahaman melalui sosialisasi sebelum, selama, dan setelah bekerja atau kembali ke Bali,” lanjutnya.
Sosialisasi mekanisme dan prosedur CPMI ke luar negeri ini menyasar anak-anak SMA/SMK, sambungnya, karena mereka menjadi awal angkatan kerja yang perlu dibekali edukasi terkait prosedur bekerja ke luar negeri. Sosialisasi ini akan dilanjutkan secara anjangsana ke SMA/SMK se-Kabupaten Gianyar. adi
























