Diringkus, Residivis Jambret Gigit Tangan Polisi, Tinggalkan Anak Saat Kabur

  • Whatsapp
TERSANGKA I Ketut Tomi Pastika Jaya (19) dan I Wayan Mupu (19) usai dimintai keterangan di Polsek Sukawati. foto: adi

GIANYAR – Polsek Sukawati menangkap dua pelaku penjambretan, I Ketut Tomi Pastika Jaya (19) dan I Wayan Mupu (19). Dua tersangka asal Banjar Kendal, Desa Songan B, Kecamatan Kintamani, Bangli ini diringkus karena mencuri 14 ponsel di 14 TKP. Keterangan itu disampaikan Kapolsek Sukawati, AKP I Made Ariawan, Rabu (23/6/2021).

Lebih Lanjut diungkapkan, penangkapan kedua tersangka berawal dari laporan turis Rusia, Elena Vlandimirova. Saat mengendarai sepeda motor bersama pacarnya, Ilya, di Jalan Raya Singapadu, Sukawati, Gianyar, dia dipepet sepeda motor N Max dan penumpangnya merampas ponsel Elena.

Bacaan Lainnya

“Saat itu korban melakukan perlawanan terhadap dua pelaku, sehingga pelaku terjatuh. Salah satu pelaku diamankan, satunya lagi bernama Mupu kabur ke arah utara dengan mengendarai motor N MaX,” urai Kapolsek.

Setelah melalui penyelidikan, Mupu terdeteksi selama ini tinggal di wilayah Denpasar. Selasa (15/6/2021), Kanitreskrim Polsek Sukawati, Iptu AA Alit Sudarma, bersama Panit Operasional menyelidiki wilayah tempat kos tersangka. Ketika hendak ditangkap, tersangka berusaha melarikan diri.

Mupu saat akan ditangkap jatuh dari kendaraannya karena kaget, dan lari meninggalkan anaknya yang masih kecil. “Saat akan ditangkap, dia kembali melawan. Satu anggota digigit tangan kirinya, sempat bergulat juga. Tapi akhirnya berhasil ditenangkan, dan anggota pun tidak memberi timah panas,” jelasnya kalem.

Baca juga :  Bali Tambah 68 Orang Positif Covid-19, Tiga Kabupaten Nihil

Berdasarkan pengembangan, sambung Kapolsek, pelaku ternyata menjambret di 14 lokasi berbeda, enam di antaranya berada di wilayah hukum Polsek Sukawati. Semua itu dilakukan selama kurun waktu tiga bulan terakhir. Yang diintai adalah wisatawan asing yang sedang melihat Google Map.

Belakangan terkuak keduanya merupakan residivis atas kasus yang sama, dan melakukan kejahatan sejak dua tahun terakhir. “Semoga ini menjadi pelajaran supaya lebih hati-hati dalam menggunakan handphone di jalan,” imbau Kapolsek

Ponsel hasil curian tersebut, terang Kapolsek, dijual ke penadah yang tinggal di daerah Banten. Satu ponsel dijual dengan harga antara Rp2 juta hingga Rp3 juta. Hasil dari penjualan itu digunakan tersangka untuk memenuhi kebutuhan hidup dan judi online. “Terkait penadah yang tinggal di Banten, kami masih melakukan penyelidikan,” pungkas Kapolsek. adi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.