POSMERDEKA.COM, JEMBRANA – Pelabuhan Gilimanuk tidak saja dipadati arus balik Lebaran, tapi pintu masuk sebelah barat Bali juga dibanjiri arus balik wisatawan domestik yang sebelumnya berlibur di Bali. Selasa (24/4/2023) malam, arus balik mudik maupun wisatawan terus mengalir ke Pelabuhan Gilimanuk.
Pantauan di Gilimanuk, Selasa (25/4/2023) di jalur utama Denpasar-Gilimanuk dipadati lalu-lalang kendaraan, terutama sepeda motor dan mobil pribadi. Baik yang datang dari arah Denpasar maupun dari Gilimanuk. Pintu masuk dan keluar Pelabuhan Gilimanuk sangat padat.
Sejumlah penumpang yang sebelumnya mudik, terlihat turun dari kapal yang bersandar di Dermaga Gilimanuk. Umumnya mereka menggunakan sepeda motor dan mobil pribadi, sehingga arus balik terlihat padat. Meski demikian arus penyeberangan masih berjalan normal. Umumnya pemudik yang kembali ke Bali adalah karyawan swasta dan pegawai negeri, Polri dan TNI yang harus segera melaksanakan tugas.
Sejumlah pemudik mengaku mereka kembali ke Bali karena masa liburannya habis, dan Rabu (26/4/2023) harus mulai bekerja. “Makanya hari ini (kemarin) saya harus balik ke Bali,” kata Lukman Mahmudi (38) asal Surabaya, yang mengaku bekerja di salah satu perusahan properti di Denpasar.
Lain halnya dengan Luluk Sriati (40), pemudik asal Jember yang juga pemilik warung kelontong di Denpasar. Dia memilih balik pada Selasa (25/4/2023), karena cepat kembali bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga. “Biar cepat kerja. Nanti lama libur, pelanggan malah kabur,” tutur perempuan yang mengaku tinggal di kawasan Panjer, Denpasar Selatan.
Kapolres Jembrana, AKBP I Dewa Gde Juliana, Selasa (25/4/2023) mengatakan, meski lonjakan arus balik menuju Bali masih relatif normal, tapi sempat membuat jajarannya, termasuk petugas di Pos KTP lebih sibuk. Mereka memeriksa surat-surat kendaraan yang datang atau masuk Bali. Demikian juga di Pos KTP, petugas sibuk memeriksa identitas pejalan kaki maupun yang membawa kendaraan.
“Kita tidak boleh lengah, kewaspadaan harus tetap dijaga. Pemeriksaan orang dan barang tetap kami lakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan. Bisa saja situasi keramaian arus balik dimanfaatkan oknum tertentu untuk mengacaukan keamanan Bali,” katanya.
Saat arus mudik Lebaran lalu, jelasnya, ada 8.802 mobil masuk Bali selama 12 April hingga 22 April 2023. Kemungkinan mobil dari arah Denpasar ini akan kembali datang bergelombang, dan puncaknya pada Sabtu sampai Minggu mendatang karena libur panjang hingga 2 Mei 2023.
Terkait jumlah orang yang masuk maupun keluar Bali, berdasarkan data dari Usaha PT ASDP Indonesia Ferry Pelabuhan Gilimanuk, Senin (24/4/2023) tercatat ada 43 ribu orang masuk ke Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk. Jika dibandingkan jumlah orang yang keluar pada arus mudik 12 April sampai 22 April, masih sekitar 10 persen.
“Total keseluruhan penumpang pada 10 hari arus mudik di Pelabuhan Gilimanuk mencapai 413.906 orang (data ASDP Ketapang). Diperkirakan sepekan mendatang hingga 2 Mei arus balik ke Bali masih akan terjadi,” tuturnya.
Dari ASDP Cabang Ketapang, pada arus mudik minggu lalu, selain 413 ribu orang keluar Bali, juga sebanyak 69.234 sepeda motor dan 40.382 mobil tercatat. Persentase jumlahnya naik dibandingkan tahun 2022. “Untuk penumpang naik 22 persen, roda dua naik 31 persen dan roda empat naik 11 persen,” imbuh Kapolres.
Korsatpel Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Pelabuhan Gilimanuk, I Nyoman Agus Sugiarta, menambahkan, untuk penyeberangan di Pelabuhan Gilimanuk, instansinya tetap memaksimalkan waktu bongkar- muat agar tidak terjadi penumpukan di Ketapang.
“Untuk di Pelabuhan Gilimanuk saat arus balik ini sifatnya menerima dan memaksimalkan proses bongkar muat, agar bisa dipercepat dan mengantisipasi lonjakan arus balik,” pungkasnya. man
























