Diperkirakan Rampung Akhir 2023, Progres Pembangunan Bendungan Tamblang Capai 38%

PROYEK pengerjaan Bendungan Tamblang yang progresnya telah mencapai 38 persen. foto: rik

BULELENG – Proyek pembangunan Bendungan Tamblang yang ada di Buleleng dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida, hingga kini masih terus berjalan. Bahkan, kini progres pengerjaan proyek pembangunan bendungan Tamblang ini mencapai 38%.

Kepala BWS Bali-Penida, Maryadi Utama, mengatakan, dengan telah melihat progres yang dicapai ini, diyakini proyek pembangunan Bendungan Tamblang dapat rampung pengerjaannya pada akhir 2023. Pembangunan proyek ini, untuk mewujudkan peningkatan suplai air bersih di Kabupaten Buleleng.

Read More

Menurut Maryadi, debit air yang dihasilkan Bendungan Tamblang ini mencapai sekitar 510 liter per detik. Besaran debit air bersih ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Buleleng pada khususnya. ‘’Kami saat ini sedang fokus melanjutkan progresnya yang saat ini sudah deviasi sebanyak +2,1 persen,’’ kata Maryadi, Senin (22/3/2021).

Maryadi yang ditemui dalam acara Peringatan Air Dunia ke-29 di Bendungan Tamblang menjelaskan, saat ini dilakukan pembinaan terhadap komunitas peduli sungai sebagai ujung tombak di lapangan dalam melakukan sosialisasi ke masyarakat, terkait kesadaran menjaga air baik dari eksistensinya, kebersihannya, dan kualitasnya.

‘’Selain menjaga air, komunitas peduli sungai juga akan dikerahkan untuk menjaga pepohonan yang telah ditanam dalam penghijauan kali ini, sehingga lingkungan sekitar bendungan juga dapat terjaga,’’ ujar Maryadi.

Dalam acara peringatan Air Dunia, juga dirangkaikan dengan kegiatan penanaman pohon di Bendungan Tamblang, Kecamatan Sawan, Buleleng. Ada sebanyak 300 pohon ditanam di areal Bendungan Tamblang. Pohon-pohon yang ditanam merupakan pohon produktif seperti mangga, durian, dan manggis.

Wakil Bupati Buleleng, Nyoman Sutjidra yang menghadiri kegiatan tersebut menegaskan, dengan penanaman pohon ini diharapkan konservasi air di Bendungan Tamblang bisa terjaga, serta bisa menghindari adanya sedimentasi. Dengan begitu, kualitas air bisa terjaga.

Bendungan Tamblang diharap sebagai sarana penyediaan air baku, sehingga kebutuhan air pada kecamatan yang ada di wilayah timur bisa terpenuhi. ‘’Dengan konsep Tri Hita Karana, mari jaga hubungan dengan alam. Dimulai menjaga air dengan cara menanam pohon, sehingga mencukupi untuk kehidupan,’’ pungkas Sutjidra. rik

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.