Ibu Hamil Diminta Jaga Kesehatan dan Kebersihan di Masa Pandemi

  • Whatsapp
PENYERAHAN bantuan dari TP PKK Provinsi Bali untuk diberikan kepada ibu hamil di Kota Denpasar, Senin (22/3/2021). foto: ist

DENPASAR – Tim Penggerak (TP) PKK Kota Denpasar menerima kunjungan sosial TP PKK Provinsi Bali yang dipimpin Ketua TP PKK Provinsi Bali, Putri Suastini Koster, bersama Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Bali, di Dharma Negara Alaya (DNA) Lumintang, Denpasar, Senin (22/3/2021).

Kunjungan serangkaian peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-49 ini, diawali dengan melihat dari dekat kegiatan di gedung DNA yang merupakan pusat kegiatan pengembangan budaya, kesenian, dan ekonomi kreatif di Kota Denpasar. Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan bantuan sembako serta asupan kepada ibu hamil dan balita.

Bacaan Lainnya

Putri Koster dalam sambutannya mengatakan, peringatan HKG PKK ke-49 dilaksanakan sepanjang bulan Maret yang diisi dengan kegiatan berkunjung ke kabupaten/kota menyapa anak-anak di usia emas. Pada kesempatan tersebut pihaknya mengimbau ibu-ibu hamil untuk menjaga kesehatannya karena ibu hamil riskan terkena penyakit apalagi dalam kondisi pandemi Covid-19 saat ini.

“Ibu-ibu hamil harus tetap jaga kesehatan dan kebersihan. Kasus stunting yang masih terjadi di tengah masyarakat perlu mendapatkan penanganan serius serta aksi nyata, mengingat stunting memberi imbas pada kualitas daripada sumber daya manusia dari generasi emas penerus bangsa. Untuk itu, semua stakeholder terkait harus bersinergi dan melakukan tindakan nyata dalam upaya memerangi stunting,” pesannya.

Baca juga :  Nakes Terpapar Covid-19, Sejumlah Poli RSUD Sanjiwani dan Dua Puskesmas Ditutup

Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Denpasar, Antari Jaya Negara, menyampaikan terima kasih kepada Ketua TP PKK Provinsi Bali beserta rombongan yang sudah berkenan melaksanakan kunjungan sosial di Kota Denpasar.

Menurutnya, dalam situasi pandemi ini permasalahan kesehatan masyarakat tidak bisa diabaikan karena bisa mengancam kelompok rawan yaitu ibu hamil, bayi dan balita. Salah satunya yang menjadi perhatian yakni kekurangan gizi kronis atau stunting.

“Seperti kita ketahui bersama bahwa stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat dari kekurangan gizi kronis. Untuk itu, penanganan stunting telah kami lakukan secara maksimal, karena menyangkut kecerdasan dan produktivitas sebagai generasi penerus bangsa,” ujar Antari. rap

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.