Diguyur Hujan, Jalan Butus Jadi Aliran Sungai

RUAS Jalan Raya Butus, Bebandem yang merupakan akses utama jalur angkutan truk galian C, berubah menjadi aliran sungai ketika diguyur hujan deras. Foto: ist
RUAS Jalan Raya Butus, Bebandem yang merupakan akses utama jalur angkutan truk galian C, berubah menjadi aliran sungai ketika diguyur hujan deras. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, KARANGASEM – Ruas Jalan Raya Butus, Bebandem yang merupakan akses utama jalur angkutan truk galian C, berubah menjadi aliran sungai ketika diguyur hujan deras. Kondisi tersebut mengakibatkan kemacetan arus laju truk lalu lalang. Ruas jalan juga mengalami kerusakan lantaran digerus air hujan sepekan ini.

Salah seorang sopir truk, I Made Anton, mengaku harus sangat hati-hati jika melintas di jalur Butus. Jalan sudah rusak, jalur padat antara truk bermuatan dan belum muat ketika berpapasan. Mereka harus mencari lajur yang aman demi kelancaran dan keselamatan berkendara. Belum lagi kendaraan roda dua dan roda empat lainnya juga banyak melintas.

Read More

“Saya sangat hati-hati berkendara, mengingat kondisi jalan rusak. Kalau hujan, jalan ini berubah menjadi aliran sungai, ruas jalan yang hendak dilalui jadi sulit diprediksi untuk menentukan lintasan kendaraan di lajur yang aman,” tuturnya, Senin (24/11/2025).

“Sudah dua hari ini hujan deras, saya memang sering muat pasir ke kawasan Butus ini,” sambungnya.

Anton berharap kondisi ini bisa segera ditangani pihak terkait, karena sejauh ini memang belum sampai mengakibatkan adanya kecelakaan lalu lintas. “Semoga saja tidak ada hal yang tidak diinginkan dengan kondisi jalan yang seperti ini,” harapnya memungkasi.

Pengendara truk lainnya, I Made Saptiawan, mengeluhkan hal senada. Saptiawan mengatakan, kondisi rusaknya jalan jalur Butus Bebandem ini memang cukup lama terjadi. “Saya sejak dua tahun berkendara di sini untuk angkut material pasir. Jalannya sudah rusak, terlebih lagi sekarang musim hujan, pasti tambah parah,” keluhnya.

Warga setempat, I Wayan Sudarmana, mengungkapkan, akses jalan raya menuju Butus mulai rusak sejak tahun 2017. Dia bilang tidak tahu kapan terakhir jalan itu diperbaiki, karena selama ini tidak tinggal di wilayah itu.

“Dari masyarakat berharap agar segera ada penanganan dari pihak terkait, karena ini merupakan salah satu penyumbang PAD yang lumayan. Biar ada skala prioritas untuk kegiatan pengerasan jalan raya Butus, Kecamatan Bebandem,” pintanya. nad

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.