BANGLI – Delegasi Field Trip G20 Tourism Working Group Meeting (TWGM) dan G20 Tourism Ministerial Meeting (TMM) mengunjungi Desa Wisata Penglipuran, Rabu (28/9/2022). Saat itu, rombongan Menparekraf RI mengecek E-ticketing.
Rombongan yang diterima Pengelola Desa Wisata Penglipuran,I Wayan Sumiarsa. disambut tarian penyambutan serta pengalungan bunga, serta sesi foto di depan Pura Desa Adat Penglipuran.
Sumiarsa juga sempat menjelaskan tentang kondisi dan sejarah Desa Adat Penglipuran dilanjutkan menuju rumah adat Desa Penglipuran dan melakukan swafoto.
Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno beserta rombongan menuju Wantilan Desa Adat Penglipuran untuk menyaksikan tarian barong dan menikmati hidangan yang disediakan.
Kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti World Tourism Day Rethinking Tourism oleh Menparekraf Sandiaga Uno; dan Sekretaris Jenderal UNWTO, Zurab Pololikashvili.
Menparekraf Sandiaga Uno, mengatakan, sangat terhormat Desa Wisata Penglipuran dipilih menjadi tempat World Tourism Day yang biasanya dilenggarakan di hotel berbintang.
Tapi Zurab Pololikashvili sepakat diselenggarakan di Desa Wisata Penglipuran yang menjadi ikon bagi pariwisata berbasis masyarakat tanpa meninggalkan kearifan lokal.
Dengan diselengggarakannya berbagai event kegitan wisata di Penglipuran ini, tentunya akan bermanfaat bagi ekonomi masyarakat. Namun demikian dia berharap kepada masyarakat jangan sampai meninggalkan kearifan lokal yang ada selama ini.
Manajer Desa Wisata Penglipuran, I Wayan Sumiarta, usai acara menyampaikan terkait para wisatawan menggunakan gelang tanda sudah membayar tiket itu masih uji coba.
Nantinya akan didiskusikan dengan pemilik desa wisata yakni Bendesa Adat dan Pemkab Bangli , jika itu menjadi solusi untuk mengurangi kebocoran, tentunya nanti Pemda siap untuk berkontribusi demi membangun peningkatan pelayanan.
Ia bangga dan bersyukur Desa Wisata Penglipuran telah direkomendasikan oleh Sekretaris Jenderal UNWTO, Zurab Pololikashvili menjadi Desa Wisata UNESCO, karena keunikan yakni kebersihan,keunikan bangunan dan masyarakat yang tinggal didalamnya. gia
























