Desa Dauh Puri Kauh Lakukan Monitoring, 140 Pelaku Usaha Langgar Prokes

  • Whatsapp
PETUGAS Desa Dauh Puri Kauh saat melakukan monitoring protokol kesehatan terhadap pelaku usaha yang ada di wilayah desa itu. foto: ist

DENPASAR – Memasuki tatanan kehidupan baru atau new normal berbagai upaya telah dilakukan Pemerintah Kota Denpasar bersama seluruh stakeholder dalam menekan penularan virus corona atau covid-19. Untuk memaksimalkan pencegahan penularan virus tersebut semua masyarakat maupun pelaku usaha harus mengikuti dan mentaati protokol kesehatan (Prokes).

Untuk mengetahui sejauh mana para pelaku usaha menerapkan protokol kesehatan, Desa Dauh Puri Kauh melakukan Monitoring Pelaksanaan Protokol Kesehatan bagi toko, warung makan di empat banjar yakni Banjar Sumuh, Beraban, Pengiasan dan Banjar Jematang.

Saat dikonfirmasi Minggu (30/8/2020), Perbekel Desa Dauh Puri Kauh Drs I Gusti Made Suandhi menjelaskan, pelaksanaan Monitoring Pelaksanaan Protokol Kesehatan bagi toko, warung makan melibatkan 25 personil yang terdiri dari relawan desa, perangkat desa, Linmas, Bhabinkamtibmas dan Babinsa.

Baca juga :  Pengprov TI Bali Lebih Fokuskan Persiapan Atlet Menuju PON Papua

Hasilnya? Dari monitoring di empat banjar, terdata sebanyak 140 pedagang. Dari jumlah tersebut masih banyak yang belum memenuhi protokol kesehatan seperti tidak menyediakan tempat cuci tangan sebanyak 35 pedagang, pengaturan tempat duduk sebanyak 31 pedagang, tidak menggunakan masker sebanyak 6 pedagang, tidak menyiapkan disinfektan sebanyak 33 pedagang.

Bahkan, masih ada pedagang yang menyediakan tas plastik sebanyak 51 pedagang dan pelanggaran jam operasional sebanyak 1 pedang. “Bagi yang melanggar, kami berikan pembinaan dan sosialisasi agar taat pada protokol kesehatan sesuai Pergub no. 46 tahun 2020 dan Perwali no. 48 tahun 2020, agar penularan covid-19 bisa ditekan,” tegas Suandhi seraya menambahkan, Jika dalam monitoring selanjutnya masih melanggar, pihaknya akan menyerahkan ke Satpol PP Kota Denpasar untuk tindak dan diberikan sanksi.

Baca juga :  Bali Terima 3.400 Alat "Rapid Test" COVID-19

Semua pelaku usaha yang ada di wilayah Desa Dauh Puri Kauh harus terus mengikuti protokol kesehatan, maka kegiatan ini menurutnya akan terus dilakukan secara berkelanjutan, hingga semua banjar yang ada di wilayahnya bisa disasar.

Untuk penerapan protokol kesehatan Suandhi juga berharap semua masyarakat yang ada di wilayahnya bisa menerapkan. Dengan demikian penularan virus ini bisa ditekan sehingga perekonomian masyarakat bisa normal seperti semula. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.