Demokrat NTB Kompak Cukur Gundul, Syukuran Pemecatan Inisiator KLB

  • Whatsapp
KETUA DPD Partai Demokrat NTB, TGH Mahally Fikri, memimpin aksi cukur gundul untuk bayar kaul atas sikap DPP yang memecat inisiator KLB, Kamis (4/3/2021). Foto: rul
KETUA DPD Partai Demokrat NTB, TGH Mahally Fikri, memimpin aksi cukur gundul untuk bayar kaul atas sikap DPP yang memecat inisiator KLB, Kamis (4/3/2021). Foto: rul

MATARAM – Pemecatan terhadap tujuh kader senior oleh DPP Partai Demokrat dirayakan dengan aksi cukur gundul sejumlah pengurus DPD dan DPC Partai Demokrat NTB, Kamis (4/3/2021).

Aksi ini diawali Ketua DPD Partai Demokrat NTB, TGH Mahally Fikri, dan diikuti pengurus, kader dan seluruh ketua DPC di NTB. Nazar itu diucapkan karena upaya pelengseran Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dari posisi Ketua Umum gagal dijalankan oleh kubu yang dinamai Gerakan Pengambilalihan Pimpinan Partai Demokrat (GPK-PD).

Bacaan Lainnya

Usai menyantuni 100 fakir miskin dan anak yatim piatu di wilayah Kecamatan Narmada di Bale Biru Selat, para kader loyalis AHY itu lanjut dengan memotong rambut hingga gundul.

“Sebagai kader, saya senang Ketum berhasil menggagalkan kudeta. Saya tidak mau Demokrat dilemahkan lewat cara-cara yang tidak beradab, dan cukur gundul ini nazar kami untuk setia kepada kepemimpinan AHY dan Pak SBY,” ucap Mahally di sela-sela aksi cukur gundul.

Sebagai catatan, ada enam kader dipecat yakni Yus Sudarso, Damrizal, Tri Yulianto, Jhony Allen Marbun, Syofwatil Mohzaib dan Ahmat Yahya. Mereka dipecat karena terlibat dalam apa yang disebut DPP sebagai Gerakan Pengambilalihan Pimpinan Partai Demokrat (GPK-PD). Selain mereka, Marzuki Alie, mantan Sekjen DPP Demokrat, juga dipecat karena dinilai melanggar kode etik dan AD/ART.

Baca juga :  Ratusan Minuman Teh Botol Sosro Tumpah di Jalan Raya Kapal

Mahally mengklaim oknum GPK-PD terus mengajak dia bersama para ketua DPC di NTB untuk bergabung dalam barisan mereka. Namun, tawaran dengan iming-iming uang besar dengan menyebut akan mengusung Moeldoko sebagai Ketua Umum DPP masa depan itu tak diindahkannya. Dia mengakui KLB memang tersedia dan diatur dalam AD/ART Demokrat, tapi syarat dan ketentuan berlaku. Salah satunya KLB dapat dilakukan jika dikehendaki minimal 3/4 pemilik suara.

“Kalau misalnya di Kabupaten Blora menggaungkan KLB silakan, itu kan karena Ketua DPC marah akibat tidak dicalonkan sebagai Bupati. Nah, kalau di NTB, memang kami juga dikontak orang kepercayaan Jhony Allen Marbun, termasuk saya juga diajak. Tapi, saya dan semua pengurus Demokrat NTB komit dan loyal dengan Mas AHY dan Pak SBY,” sergahnya.

Ketua Fraksi Demokrat DPRD NTB itu mempertegas sikap pengurus dan kader DPD dan DPC Demokrat NTB loyal kepada AHY. Karena AHY adalah Ketua Umum yang sah, maka mereka menolak segala macam upaya untuk melengserkannya. Dia juga mengklaim selama menjabat Ketum, AHY sangat memperhatikan kebutuhan kader di daerah, termasuk di NTB. Namun Mahally tidak merinci bagaimana bentuk perhatian AHY tersebut.

Selain syukuran urusan internal partai, Mahally berkata juga untuk syukuran putusan hakim di Pengadilan Praya yang membebaskan 4 ibu rumah tangga asal Wajageseng, Lombok Tengah dalam kasus pelemparan spandek perusahaan tembakau baru-baru ini. “Ini adalah bentuk kami tidak mau Demokrat seperti partai lain, yang menjadi lemah karena dirongrong masalah dualisme kepengurusan,” tandasnya. rul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.