Oknum DPP Coba Adu Ahyar-Suhaili di Musda Golkar

HL Winengan. Foto: ade
HL Winengan. Foto: ade

LOBAR – Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar NTB pada 2 Maret lalu meresmikan Mohan Roliskana sebagai Ketua DPD Partai Golkar NTB periode 2021-2026. Wali Kota Mataram itu, setelah pergulatan sengit, akhirnya dipilih secara aklamasi oleh peserta Musda. Karena adanya dinamika internal itulah, Musda tersebut dinilai Musda akal akalan untuk mengadu domba sesama kader, Ahyar Abduh dan Suhaili. Tudingan itu dilontarkan mantan Sekretaris MKGR, HL Winengan, Kamis (4/3/2021).

Menurut Winengan, ada oknum DPP Partai Golkar yang mencoba memainkan peran dalam Musda. Dia mencontohkan adanya upaya di awal Musda oleh oknum tersebut menginginkan Ahyar Abduh sebagai Ketua. Namun, ada yang menginginkan Suhaili FT jadi Ketua. “Tapi kenyataannya kedua tokoh Golkar NTB ini ditinggalkan begitu saja, mereka diadu dan ini naif. Apakah seperti ini kelakuan politik era demokrasi?” kritiknya.

Read More

Menganalogikan dirinya menjadi Ahyar dan Suhaili, Winengen berujar tentu akan membuat surat pernyataan mundur dari Golkar. Alasannya, karena Ahyar dan Suhaili seperti tidak dianggap ada, dianggap orang kecil, serta tidak punya massa. “Saya sebagai orang Lombok, orang Sasak, saya menilai kedua orang ini orang punya kemampuan. Masa dilecehkan begitu saja?” sentilnya. 

Tak hanya menuding Musda Golkar akal-akalan, Winengan juga mengkritisi kinerja anggota DPR RI dari Golkar yang mewakili masyarakat Lombok. Dia mengklaim legislator asal Lombok di DPR tidak pernah mengurus Lombok. “Saat ini saya sedang konsolidasi dengan kedua tokoh ini (Ahyar-Suhaili) untuk bersama-sama mundur (dari Golkar),” pungkasnya kemudian. ade

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.