Damkar Buleleng Bakal Bangun Pos di Sembilan Kecamatan

  • Whatsapp
Made Subur. Foto: ist
Made Subur. Foto: ist

BULELENG – Sejauh ini penanganan musibah kebakaran di Buleleng masih belum optimal. Ini tidak lepas dari minimnya keberadaan pos pemadam kebakaran (damkar) di setiap kecamatan. Ketika terjadi musibah kebakaran diluar jangkauan pos damkar akan menyulitkan petugas untuk bisa memadamkan api karena akses yang jauh.

Melihat kondisi yang ada, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Buleleng berencana bakal membangun pos damkar di sembilankecamatan yang ada di wilayah Buleleng. Kepala Dinas Damkar Buleleng, Made Subur, mengatakan, rencana tersebut masih dalam tahap kajian. Jika nanti damkar di setiap kecamatan terwujud, maka akan ada 1 orang kepala pos, 1 tenaga administrasi, dan 6 orang petugas damkar yang bertugas di setiap pos.

Bacaan Lainnya

Titik lokasi pembangunan pos serta kebutuhan armada di masing-masing pos masih dalam perhitungan, berdasarkan kajian risiko. “Lihat dulu jarak dan tingkat risiko. Kami belum bisa tentukan dimana titik lokasi pos dibangun, dan berapa unit armada diperlukan,” kata Subur, Rabu (23/9).

Perhitungan kajian risiko ini, kata Subur, ditargetkan rampung pada akhir tahun 2020. Pembuatan kajian bekerjasama dengan seluruh desa yang ada di Buleleng. Selain itu, di sekitar pos juga harus tersedia sumur sehingga petugas damkar mudah mengambil air. “Untuk memohon bantuan armada, harus ada kajian. Bila sudah ada kajian, akan terlihat bahwa Buleleng memang membutuhkan beberapa armada damkar, sehingga Bupati melalui APBD atau pusat bisa memberikan bantuan armada damkar,” jelasnya.

Baca juga :  Denpasar Zona Merah, Rai Mantra Minta Semua Elemen Harus Digerakkan

Bukan itu saja, sambung Subur, untuk memudahkan petugas di masing-masing pos menerima informasi musibah kebakaran, pihaknya berencana membentuk Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops). Pusdalops yang akan menginformasikan jika ada satu pos yang memerlukan bantuan.”Kami berencana akan membentuk Pusdalops untuk bisa menerima informasi. Dengan adanya pos ini, maka minimal regu damkar juga sudah ada di TKP dalam waktu 15 menit. Jika kejadian cukup besar, maka pos-pos lain bisa cepat juga ikut membantu,” pungkas Subur. 018

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.