Cek Saluran Irigasi Subak, Suwirta Temukan Banyak Sampah Plastik

SEORANG petani berjalan di Jalan Usaha Tani, Subak Pegatepan, Desa Gelgel yang baru diresmikan dengan menggunakan dana PEN senilai Rp100 juta. Foto: ist
SEORANG petani berjalan di Jalan Usaha Tani, Subak Pegatepan, Desa Gelgel yang baru diresmikan dengan menggunakan dana PEN senilai Rp100 juta. Foto: ist

KLUNGKUNG – Memperlancar mobilitas sektor pertanian dan sekaligus pemulihan ekonomi nasional di tengah pandemi Covid-19, Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta; didampingi Kepala Dinas Pertanian Klungkung, Ida Bagus Juanida, meresmikan pengembangan Jalan Usaha Tani (JUT) di Subak Pegatepan, Desa Gelgel, Kecamatan Klungkung, Sabtu (23/1/2021). Sayang, saat memeriksa saluran irigasi subak, Suwirta mendapat banyak sampah plastik yang mengotori saluran.

Suwirta berharap dengan adanya jalan usaha tani untuk memperlancar mobilitas sektor pertanian, pengangkutan sarana produksi menuju lahan pertanian, dan mengangkut hasil produksi pertanian. “Jalan usaha tani ini juga bagus untuk jogging trek dengan hamparan sawah yang hijau,” ujarnya.

Read More

Terkait banyaknya sampah yang mengotori persawahan, dia menilai dengan program gema tansaplas dan TOSS desa bisa menuntaskan permasalahan di setiap lini. Dia juga menugaskan Dinas Pertanian membuat perencanaan total di subak yang belum tertangani, mulai jalan dan saluran irigasinya. “Kalau ada ruang kita akan usulkan. Ini harus kita tuntaskan mungkin bertahap, kalau bisa secepatnya,” tegas Suwirta.

Ida Bagus Juanida menambahkan, bantuan pengerjaan jalan usaha tani di Subak Pegatepan didanai sebesar Rp 100 juta dari Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). “Jalan usaha tani berupa rabatan beton ketebalan 11 cm dengan panjang jalan mencapai 247 meter dan lebar 1,5 meter dengan tujuan agar lebih memudahkan akses jalan para petani,” ucapnya.

Kelihan Subak Pegatepan, Nengah Sirna, mengucapkan terima kasih atas bantuan jalan usaha tani ini, yang tentu bisa mendukung akses para petani. “Kami bersyukur jalan usaha tani ini memang sudah ditunggu masyarakat untuk mempermudah, dan memperlancar aktivitas masyarakat dalam bertani di subak kami,” tutup Sirna. baw

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.