Padi Organik Tumbuh di Pesisir Lebih, Subak Padang Lantang Raih Sertifikasi

PERBEKEL Desa Lebih menunjukkan padi organik yang dihasilkan di Subak Padang Lantang. Foto: ist
PERBEKEL Desa Lebih menunjukkan padi organik yang dihasilkan di Subak Padang Lantang. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, GIANYAR – Anggapan lahan pertanian di kawasan pesisir sulit menghasilkan produk pertanian organik berkualitas, kini terbantahkan. Subak Padang Lantang, Desa Lebih, Gianyar, berhasil mengantongi sertifikasi organik untuk komoditas padi. Sertifikasi itu hasil dari program pengembangan pertanian organik yang digulirkan Pemerintah Desa (Pemdes) Lebih sejak 2023. 

Perbekel I Wayan Agus Muliana, Minggu (4/10/2026), mengatakan, pertanian organik tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan pangan sehat, tetapi juga dikembangkan dalam satu ekosistem dengan pengelolaan sampah berbasis sumber. Sampah organik yang dipilah masyarakat diolah melalui TPS3R Desa Lebih menjadi pupuk kompos. Selanjutnya, kompos tersebut dikembalikan ke lahan pertanian untuk mendukung budidaya padi organik.

Read More

Untuk memperkuat program tersebut, Pemdes Lebih memberikan bantuan kompos sebanyak 4 ton per hektare kepada petani. Petani juga memperoleh benih unggul varietas Mentik Wangi Susu atau Inpari 32 sebanyak 23 kilogram per hektare, pestisida nabati dan asap cair masing-masing 5 liter. Bahkan, biaya pengolahan lahan dan tanam turut ditanggung pemerintah desa.

Program ini diikuti enam petani Subak Padang Lantang yang konsisten menjalani proses sertifikasi. Mereka yakni Pande Ketut Alit Wijaya selaku pekaseh dengan luas lahan 0,65 hektare, I Made Suratnaya 0,31 hektare, I Nyoman Gede Suardika 0,25 hektare, I Nyoman Yunadi 0,25 hektare, I Made Parwata 0,26 hektare, dan I Wayan Ganas 0,29 hektare. Total lahan yang berhasil tersertifikasi mencapai sekitar 2 hektare dengan estimasi produksi sekitar 9,3 ton per tahun.

“Pertanian organik memiliki manfaat jangka panjang, tidak hanya bagi petani, juga bagi lingkungan dan konsumen. Penggunaan bahan-bahan organik diharap mampu menjaga kesuburan tanah sekaligus menghasilkan pangan yang lebih sehat,” terangnya.

Di sisi lain, produk organik memiliki peluang mendapat nilai jual lebih tinggi, sehingga diharapkan dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani. Namun, perjalanan menuju sertifikasi tidak berlangsung mulus. Proses tersebut sempat terkendala kelengkapan administrasi. Persoalan itu mulai terurai pada Februari 2026 setelah Paksi Bali Dewa, pemuda Desa Lebih yang juga merupakan PPL, membantu mengoordinasikan pemenuhan berbagai dokumen yang diperlukan.

Upaya tersebut kemudian diperkuat Sri Wachjuni bersama tim pembina organik UPTD BSMKP Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, dan mahasiswa Universitas Udayana melalui program KKN dan Bina Desa periode Februari hingga Juli 2026. Setelah melalui proses verifikasi dan surveilans oleh LSO Kertha Bali Sejahtera pada 1 Juli dan 10 Agustus 2026, termasuk melakukan perbaikan terhadap sejumlah temuan di lapangan, sertifikat organik untuk komoditas padi Subak Padang Lantang akhirnya diterbitkan.

Keberhasilan tersebut menjadi capaian tersendiri karena posisi Subak Padang Lantang berada di kawasan pesisir. Kondisi geografis tersebut membuat lahan pertanian berada pada posisi menerima aliran air dari kawasan hulu. “Keberhasilan ini menjadi kebanggaan bagi kami. Ternyata wilayah pesisir juga mampu menghasilkan padi organik dan memenuhi standar sertifikasi,” ujar Agus.

Pemdes disebut tengah menyiapkan pengurusan izin edar beras organik agar produk petani dapat dipasarkan secara lebih luas. Pengelolaan pemasaran rencananya dilakukan BUMDes Desa Lebih. Pemdes juga mendorong warung-warung lesehan yang menjual olahan ikan laut di sepanjang pesisir Pantai Lebih dan jalur Bypass Prof. IB Mantra untuk menyerap beras organik produksi petani setempat.

Program tersebut sekaligus memperkuat konsep ekonomi sirkular di Desa Lebih. “Sampah organik masyarakat diolah menjadi kompos, kompos dimanfaatkan untuk menghasilkan padi, kemudian beras organik yang dihasilkan petani diserap kembali oleh usaha kuliner lokal,” pungkasnya. adi

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.