JEMBRANA – Mewaspadai wabah penyakit kuku dan mulut (PMK) pada ternak, Wakil Bupati Jembrana, Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat), Kamis (1/9/2022), turun bersama Tim Satgas Penanggulangan PMK melakukan peninjauan ke Pelabuhan Gilimanuk atau pintu masuk Bali melalui jalur darat. Hal itu guna memastikan pengawasan berjalan optimal.
Dalam peninjauan tersebut, Ipat juga mengecek spraying disinfektan terhadap setiap kendaraan yang masuk Bali.Dalam mengantisipasi penyebaran PMK, jajaran Pemkab Jembrana telah melakukan berbagai upaya bersama Satgas Penanganan PMK.
“Saya hari ini datang ke pelabuhan Gilimanuk dalam rangka memantau seperti apa proses dan SOP serta kendala-kendala yang dihadapi selama ini. Yang perlu menjadi perhatian, bagaimana di Gilimanuk ada Satgas yang merupakan satu kesatuan yang dapat memantau dan memberikan tindakan dan solusi terhadap upaya-upaya dalam penanggulangan PMK,” ungkap Wabup Ipat.
Ipat menekankan kembali bahwa dalam pencegahan PMK, menyangkut lalulintas ternak yang sementara masih dilarang masuk ataupun keluar Bali. Seperti diketahui bahwa Gilimanuk merupakan pintu masuk ke Bali. Maka dari itu, jika sesuatu terjadi, maka Bali juga akan terkena dampak.
“Jadi kita harapkan kerjasama yang baik antara Kepolisian, Dinas terkait dan tim Satgas Penanganan PMK untuk selalu berusaha mencegah keluar-masuknya hewan ternak sesuai dengan aturan yang melarang keluar-masuknya hewan yang berpotensi PMK antarpulau. Semoga PMK ini bisa cepat teratasi sehingga perekonomian dapat kembali normal,” katanya.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana, I Wayan Sutama, mewakili Ketua Satgas Penanggulangan PMK mengatakan, untuk penanggulangan PMK di Kabupaten Jembrana sudah bergerak sesuai dengan SOP. Apabila di lapangan nantinya menemukan kasus, pihaknya melaksanakan isolasi kemudian eradikasi, lanjut aplikasi spraying disinfektan dan juga vaksinasi.
Alokasi vaksin untuk di Jembrana, pihaknya sudah terima dan sudah diaplikasikan sebanyak 16.500 oleh 10 tim yang hingga kini masih terus bergerak. “Untuk penanganan PMK, kita berharap kasus di lapangan terus melandai jangan sampai ada kasus baru. Yang jelas, untuk Jembrana sudah kita laporkan melalui exsiknas 34 kasus dan 32 untuk pemotongan bersyarat,” katanya. man
























