DENPASAR – SMP PGRI 8 Denpasar (Griasta) kini dilengkapi alat protokol kesehatan (prokes) otomatis. Peluncuran alat prokes otomatis dilakukan, Rabu (10/3/2021). Acara dihadiri Kabid Pembinaan SMP Kota Denpasar, AA Gede Wiratama; Ketua PGRI Kota Denpasar, I Ketut Suarya; Ketua YPLP PGRI Kota Denpasar, I Nengah Madiadnyana; Pembina SMP PGRI 8 Denpasar serta Ajik Krisna owner Krisna Oleh-oleh Bali.
Peresmikan alat prokes otomatis yang disebut Griasta Automatic Safety Tools dilakukan secara simbolis dengan mencoba menggunakan automatic hand sanitizer oleh para undangan. Kemudian dilanjutkan dengan dialog interaktif bersama Ajik Krisna.
Kepala SMP PGRI 8 Denpasar, I Ketut Gede Adi Trisna Sugara, ST., M.Pd., menerangkan, Griasta Automatic Safety Tools terdiri dari automatic thermometer and hand sanitizer, automatic dispenser hand sanitizer, automatic foam soap dispenser, kran dengan pedal injak (without phisical touch), dan UV-C disenfection desk lamp. Sugara berharap dengan alat prokes otomatis ini dapatmeningkatkan derajat kesehatan warga sekolah termasuk juga tamu yang berkunjung dari virus Corona.
Ia beralasan penyediaan alat prokes otomatis mengingat penyebaran virus Corona melalui sentuhan, karenanya pihaknya menyediakan alat prokes yang pengoperasiannya bebas sentuhan. Semua alat prokes menggunakan sensor.
Disamping itu, kata dia, juga sebagai persiapan pembelajaran tatap muka (PTM), seandainya sudah dibuka oleh pemerintah. Ia menegaskan, SMP PGRI 8 Denpasar siap untuk mengadakan PTM. ‘’Dalam pelaksanaannya nanti, tentu ada beberapa hal yang wajib diperhatikan dan akan berbeda dengan PTM sebelum masa pandemi,’’ terangnya.
Peluncuran Griasta Automatic Safety Tools berlangsung meriah dengan prokes ketat dengan hiasan panggung berdesain natural modern. Kegiatan diawali dengan alunan musik tradisional rindik dan gender.
Kabid Pembinaan SMP Kota Denpasar, AA Gede Wiratama dan Ketua YPLP PGRI Kota Denpasar, I Nengah Madiadnyana, merasa bangga dan menyampaikan apresiasi terhadap inovasi yang dilakukan SMP PGRI 8 Denpasar. Ini sejalan dengan tuntutan saat ini, dimana masyarakat (warga sekolah) sangat butuh alat kebersihan untuk sering membersihkan tangan sesuai anjuran kesehatan dalam pencegahan Covid-19.
‘’Hand sanitizer bersensor ini membantu pengguna untuk tidak menyentuh tempat hand sanitizer secara langsung bila ingin mencuci tangan. Ini dapat mengurangi risiko penularan virus Covid-19 dan memudahkan dalam penggunaannya tanpa perlu mencari tombol dan menekannya, lebih hemat karena cairan keluar dengan kadar jumlah yang sama,’’ ujarnya.
Sementara itu, dalam dialog interaktif, Ajik Krisna menyampaikan kisah dan usaha kerja kerasnya membangun Krisna Oleh-oleh beserta berbagai outlet-outlet lainnya. Masa pandemi saat ini, kata dia, sangat banyak merugikan. Namun jika kita lihat dari sisi positifnya, banyak bermunculan generasi milenial yang kreatif dalam membangun bisnis-bisnisnya. ‘’Oleh sebab itu kita harus bisa membaca situasi dan peluang saat ini,’’ serunya.
Lebih lanjut pria dengan nama asli Gusti Ngurah Anom ini mengajak mengajak siswa, guru dan pegawai SMP PGRI 8 Denpasar untuk senantiasa mentaati protokol kesehatan serta selalu bersemangat dalam menjalankan aktivitas dan jangan lupa berdoa. Acara diakhiri dengan menikmati santap siang, sembari menyaksikan hiburan dance dan band sekolah dengan melantunkan dua lagu ciptaan Kasek Ketut Gede Adi Trisna Sugara. tra























