Buntut Penolakan Gardu Induk PLN, Empat Warga Celukan Bawang Diperiksa Polisi

KASIHUMAS Polres Buleleng, AKP Gede Darma Diatmika. Foto: edy
KASIHUMAS Polres Buleleng, AKP Gede Darma Diatmika. Foto: edy

POSMERDEKA.COM, BULELENG – Empat warga Desa Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak, Buleleng dipanggil Polres Buleleng untuk dimintai keterangan oleh penyidik. Mereka dipanggil buntut aksi penolakan rencana pembangunan Gardu Induk (GI) saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET) milik PT PLN (Persero) di eks Kampung Barokah, wilayah Desa Tinga-Tinga, Kecamatan Gerokgak, Buleleng.

Kasihumas Polres Buleleng, AKP Gede Darma Diatmika, mengatakan, pemanggilan warga atas laporan pihak PLN pada Selasa (11/7/2023) lalu. Dalam laporan tersebut, pihak PLN melaporkan sejumlah warga terkait dugaan pelanggaran Pasal 335 KUHP dan Pasal 212 KUHP tentang tindak pidana perbuatan tidak menyenangkan dan tindak pidana melawan pejabat yang menjalankan tugas yang sah.

Read More

“Ada empat orang yang dimintai konfirmasi. Penyidik masih melakukan penyelidikan terhadap laporan tersebut,” ujar AKP Gede Darma Diatmika, Rabu (19/7/2023).

AKP Dharma menambahkan, penyidik juga akan melakukan gelar perkara untuk mengetahui apakah tindakan yang dilakukan warga tersebut mengandung unsur pidana. “Penyidik juga akan memanggil warga lainnya yang ikut dalam aksi itu untuk dimintai keterangan,” imbuhnya.

Pelaporan pihak PLN terhadap sejumlah warga Desa Celukan Bawang disayangkan Anggota Komisi IV DPRD Buleleng, Mulyadi Putra. Ia menilai pelaporan sejumlah warga tersebut merupakan intimidasi terhadap masyarakat.

Menurut Mulyadi, warga mendukung akan dibangun gardu induk, namun yang menjadi keberatan lantaran pembangunan ada di sekitar permukiman warga. Sebelum aksi dilakukan, warga diakuinya juga sudah bersurat ke instansi terkait, seperti PLN hingga Penjabat Bupati Buleleng, terkait kekhawatiran tersebut.

“Warga dan pihak PLN sudah beberapa kali melakukan pertemuan, namun belum menemukan titik temu. Sebenarnya warga meminta diberikan solusi terhadap rencana pembangunan itu. Andai saja apa yang menjadi kekhawatiran warga bisa terjawab, tidak mungkin ada aksi dari warga,” tegas Mulyadi.

Diberitakan sebelumnya, rencana pembangunan GI di eks Kampung Barokah, wilayah Desa Tinga-Tinga, Kecamatan Gerokgak, Buleleng mendapat penolakan warga Lingkungan RT 01 Dusun Pungkukan, Desa Celukan Bawang, Gerokgak.Warga Celukan Bawang sempat menggelar aksi damai pada Kamis (13/7/2023). Warga juga membawa sejumlah spanduk yang berisi penolakan atas rencana pembangunan gardu induk karena dianggap sangat dekat permukiman mereka.

Warga juga meminta pelibatan masyarakat terkait akan dibangunnya GI dengan mengacu beberapa surat rujukan dan kesepakatan saat penyampaian pendapat masyarakat.Warga takut GI yang rencana akan dibangun di dekat permukiman mereka akan mengancam kesehatan akibat radiasi yang ditimbulkan oleh arus listrik tegangan tinggi. Kemudian jika terjadi hujan lebat, petir, angin kencang, korsleting listrik, ledakan, dan tiang tumbang akan membahayakan mereka.

Dengan adanya penolakan ini, PLN menyebut jika rencana pembangunan GI sudah melalui kajian yang sangat mendalam. Termasuk infrastruktur ketenagalistrikan sudah melalui kajian dan memperhitungkan standar. Bahkan, sosialisasi kepada warga di Desa Celukan Bawang dan sekitarnya sudah dilakukan secara konsisten.

PLN juga juga memastikan potensi yang dikhawatirkan warga di sekitar lokasi tidak akan terjadi. Hal tersebut disampaikan Manager PT PLN UPP JBTB 4 Bali, Didien Hendrarianto.

Didien menyebut, GI saat ini desainnya sudah dirancang sedemikian rupa sehingga memiliki faktor keamanan berlipat. Tidak ada namanya tower tumbang, karena sudah didesain keamanannya termasuk dari segi kesehatan warga sekitar. Bahkan, dia mencontohkan, GI di Denpasar ada rumah operator yang tepat di bawahnya yang tinggal hingga bertahun-tahun. Dan sampai saat ini tidak ada kasus temuan masalah kesehatan.edy

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.