Bersitegang dengan Pakudui Kawan, Warga Pakudui Kangin Datangi Kantor Bupati

  • Whatsapp
PULUHAN warga Pakudui Kangin mendatangi kantor Bupati Gianyar, Kamis (19/8/2021). Foto: adi
PULUHAN warga Pakudui Kangin mendatangi kantor Bupati Gianyar, Kamis (19/8/2021). Foto: adi

GIANYAR – Eksekusi damai antara  Pakudui Kawan dan Pakudui Kangin, Tegallalang pada Desember 2020 lalu rupanya masih menyisakan api dalam sekam. Kedua pihak kembali bersitegang, Kamis (19/8/2021) saat diadakan pengukuran tanah yang sebelumnya disengketakan. Syukurnya perang mulut tidak berujung pada adu fisik, dan pihak Pakudui Kangin memutuskan meninggalkan lokasi dan langsung ke kantor Bupati Gianyar. 

Berdasarkan informasi di lapangan, pagi itu petugas dari BPN akan melakukan pengukuran tanah atas permohonan warga Pakudui Kawan. Warga Pakudui Kangin yang merasa tidak mengetahui kegiatan itu menyatakan keberatan. Meskipun sudah dilakukan eksekusi damai, tapi untuk pengelolaan lahan tesebut dinilai belum ada kejelasan. Sebab, dalam perdamaian yang disepakati, masalah pengelolaan lahan tersebut belum ada kejelasan. 

Bacaan Lainnya

Sementara itu, puluhan warga Pakudui Kangin yang mendatangi kantor Bupati diterima Ketua Tim Asistensi Pakudui, Dewa Gde Alit Mudiarta; dan Tim Ahli Bupati, AA Santoso, yang juga sebagai tim Mediator Sengketa Pakudui. Pada kesempatan itu, Mudiarta menyampaikan, Bupati sudah berusaha menjembatani kasus yang berlangsung puluhan tahun ini, hingga akhirnya dilaksanakan eksekusi damai akhir 2020 lalu. Dia mengakui ada beberapa hal yang belum tuntas, dan membutuhkan pertemuan lanjutan mengenai pengelolaan lahan adat yang sebelumnya disengkatakan.

Baca juga :  Pimpinan DPRD Mataram Tolak Rencana Impor Beras, Bisa Bikin Banjir Air Mata Petani

“Bapak Bupati hari ini (kemarin) sedang menghadiri sidang, Senin perwakilan kedua belah pihak akan dipertemukan untuk membahas pengelolaan lahan ini. Pada intinya lahan ini adalah milik Desa Adat Pakudui, yang terdiri dari dua banjar adat yakni Pakudui Kawan dan Pakudui Kangin,” terangnya. 

Pada kesempatan ini, dia minta warga untuk saling menjaga situasi dengan harapan eksekusi damai yang dilatari kesepakatan damai tidak ternoda. Apalagi, sebutnya, sejumlah kesepakatan sudah mulai dilaksanakan dan sedang berproses. “Dalam pertemuan dengan Bupati Senin depan, kami harapkan tidak ada riak-riak lagi,” pesannya. adi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.