DENPASAR – Akibat hujan berkepanjangan pada Minggu (16/10/2022) hingga Senin (17/10/2022), Bali dikepung bencana bajir dan longsor—yang terjadi di sejumlah wilayah. Kondisi terparah terjadi di Kabupaten Jembrana, Tabanan, dan Karangasem. Sejumlah ruas jalan amblas dan jembatan pun dilaporkan terputus.
Akibatnya lalu lintas lumpuh total dan terputus di Mendoyo, rute Jembrana – Tabanan. Rute ini merupakan jalur utama dan strategis yang menghubungkan lalu lintas Jembrana – Denpasar.
Kendaraan dari arah Jawa menuju Denpasar, bahkan dilanjutkan ke Lombok, NTB dan sebaliknya biasanya melalui jalur ini. Karena terputus di Mendoyo, arus lalu lintas Jembrana – Denpasar terpaksa dialihkan melalui Singarja, Buleleng.
Yang memilukan, bencana kali ini juga memakan korban jiwa yakni seorang siswi SMA di Jembrana, dua orang kakak-beradik di Karangasem dan I Putu Aldi Prayoga (11), yang tewas tertimbun tanah longsor di Desa Apuan, Kecamatan Baturiti, Tabanan.
Siswi kelas XII di SMAN 2 Mendoyo yakni Ni Putu Widia M terseret banjir di Jembatan Penyaraingan, Mendoyo, Jembrana. Sementara kakak-adik IGN Wedana Putra (9) dan IGA Pradnya (19) di Banjar Dinas Santi, Desa Selat, Karangasem, terseret air bah.
Dari Jembrana dilaporkan, selain memakan korban jiwa dan meratakan serta menghilangkan rumah warga, banjir yang terjadi juga membuat potongan-potongan balok kayu besar yang berasal dari hutan tertumpuk di jembatan Jalur Tengkorak, Denpasar-Gilimanuk, tepatnya di Lingkungan Bilukpoh, Kelurahan Tegalcangkring, Kecamatan Mendoyo.
Sejumlah warga yang ditemui dilokasi mengatakan, potongan balok kayu tertumpuk tersebut diseret oleh air bah saat hujan lebat yang mengguyur daerah hulu di Kecamatan Mendoyo tepatnya di Desa Penyaringan dan Kelurahan Tegalcangkring.
Kepala Lingkungan Bilukpoh, I Komang Gede Swabawa mengatakan, warga yang terdampat yang paling keras dan sampai tidak bisa menempati rumahnya sebanyak 57 KK.
“Ini sudah ketiga kalinya terjadi banjir bandang, dan kali ini yang paling parah. Rumah yang ada di sekitar jembatan atau sekitar 80 KK kebanyakan hilang dan rata dihantam balok kayu. Banyak balok kayu yang hanyut dari hutan nyangkut dan tidak bisa lewat di jembatan sehingga limpahan air melebar ke samping dan menenggelamkan rumah warga,” kata Swabawa.
Petugas gabungan dari Polda Bali pun diterjunkan di lokasi untuk melakukan evakuasi warga yang menjadi korban banjir bandang akibat hujan deras. Sekitar 120 petugas gabungan mulai dari Polri, TNI, BPBD Jembrana, dan SAR Bali diterjunkan untuk membersihkan sampah kayu di jalur tersebut.
Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Satake Bayu mengatakan banjir bandang terjadi pada Minggu (16/10/2022) hingga pukul 22.00 Wita. Jalur utama tersebut ditutup lantaran banyaknya sampah kayu yang terbawa saat banjir bandang melanda.
“Akses Gilimanuk-Denpasar tertutup di Mendoyo. Tadi malam air meluap dan tertutup sampai sekarang, karena sekarang material-material dibawa oleh banjir masih menutupi jembatan,” terang Kombes Pol Satake Bayu.
Sementara, Bupati Jembrana I Nengah Tamba saat memantau pembersihan di Jembatan Bilukpoh mengatakan, pihaknya memantau keadaan warga yang ada di lokasi jembatan. Pihaknya juga memantau warga terkait makanan, pakaian, alat untuk istirahat itu sudah diberikan.
“Kita mengutamakan mengamankan dan mengevakuasi warga, mereka yang diutamakan warga selamat selesai disatu titik dan titik selanjutnya. Kita juga memastikan warga yang mengungsi mendapatkan makanan, pakaian dan, tempat. Kami harap semua warga tenang,” kata Bupati Tamba.
Namun saat disinggung terkait banyaknya balok kayu hutan yang hanyut, Bupati Tamba membenarkan akibat kejadian ini dikarenakan banyaknya kayu yang hanyut dari utara.
Pihaknya juga akan segera koordinasi dengan KPH Bali Barat untuk sesegera mungkin memanggil pemegang KPH disini. “Kami sebelumnya sudah berkomitment dengan para pemegang KPH, agar tidak ada lagi perambahan hutan,” tandas Bupati Tamba.
50 Titik Lokasi
Sementara dari Tabanan dilaporkan, hujan deras yang mengguyur Tabanan dan sekitarnya mengakibatkan tanah longsor, banjir, dan pohon tumbang, Senin (17/10/2022). Kepungan bencana alam tersebut sedikitnya terjadi di lebih dari 50 titik lokasi, yang mengakibatkan kerugian material lebih dari Rp50 miliar.
Selain itu, juga satu korban jiwa atas nama I Putu Aldi Prayoga (11), yang tewas tertimbun tanah longsor di Banjar/Desa Apuan, Kecamatan Baturiti. Peristiwa yang menimpa bocah tersebut terjadi sekitar pukul 07.00 Wita.
Tanah longsor menimbun rumah milik I Kadek Mega Antara (35) di Banjar/Desa Apuan, Kecamatan Baturiti, dan mengakibatkan anaknya yang masih duduk di Kelas VI SDN 1 Apuan, Aldi Prayoga, tewas tertimbun runtuhan bangunan dan tanah longsor dengan kedalaman sekitar dua meter.
Hal itu juga mengundang keprihatinan Wabup Tabanan, I Made Edi Wirawan, yang juga sebagai ketua PMI Kabupaten Tabanan.
“Bencana alam yang terjadi di Tabanan berupa tanah longsor, banjir, dan pohon tumbang, terjadi di 50 titik lokasi. Itu belum termasuk kejadian longsor yang kecil-kecil, sedangkan longsor di Apuan mengakibatkan satu bocah tewas tertimbun reruntuhan bangunan dan tanah longsor,” ungkapnya.
Edi juga memperkirakan timbulnya kerugian material akibat bencana alam tersebut. Di antaranya beberapa jalan putus yang diterjang banjir bandang, juga beberapa pura dan rumah warga yang terendam banjir. Data sementara bencana alam di wilayah Kecamatan Marga terjadi di 28 titik, Penebel 18, Baturiti 12, dan Pupuan ada empat titik.
Sementara di beberapa wilayah kecamatan lainnya juga dilaporkan terkait dampak hujan deras dan angin kencang. Di Marga, tepatnya di Desa Tua yang menuju ke Apuan, Kecamatan Baturiti, jalan putus. Penyebabnya karena air di Tukad Yeh Kajang naik ke jembatan. Praktis, kondisi tersebut mengakibatkan jalur tersebut belum bisa dilalui.
Begitu juga jembatan penghubung jalan jurusan Senganan-Pemanis di Desa Biaung, Penebel, terputus akibat banjir banding. Peristiwa yang diketahui sekitar pukul 05.00 Wita itu, menimbulkan kerugian material sekitar Rp1 miliar. “Arus lalin di jalur tersebut pun ditutup total, sehingga warga disarankan untuk mencari jalan alternatif lain,” ujar Kapolsek Penebel AKP I Nyoman Artadana.
Sementara banjir juga sempat merendam Pura Campuhan di Banjar Ganter, Desa Abiantuwung, Kecamatan Kediri. Hal serupa terjadi di Pura Manik Toya, Belayu Marga. Di kedua pura berbeda tempat itu, banjir melanda akibat dari meluapnya air sungai di dekat pura. “Seiring hujan reda, air kembali surut, namun menyisakan sampah yang sempat terbawa banjir,” ujar Kalak BPBD Tabanan I Nyoman Srinadha Giri.
Terkait bencana alam yang hampir merata di Kabupaten Tabanan, Srinadha mengaku belum memastikan jumlah pasti lokasi bencana, baik tanah longsor, banjir, maupun pohon tumbang.
“Terbanyak kejadian tanah longsor, namun kami belum memastikan jumlah titik lokasi, karena laporan masih terus menyusul. Kami menurunkan semua personel untuk penanganan langsung di lapangan,” ujarnya. man/nad/gap
























