DENPASAR – Technical Hand Book (THB) merupakan buku panduan teknis penyelenggaraan multi even seperti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), PON, SEA Games hingga Olimpiade.
THB ini tentu sangat dibutuhkan para pegiat olahraga terutama bagi pelatih, ofisial atau pimpinan kontingen, karena akan menjadi pedoman teknis pada pelaksanaan multi even tersebut
”Bisa dibilang THB ini adalah buku suci dalam penyelenggaraan PON XX. Jika berbicara soal PON, maka jantungnya ada di bidang pertandingan di mana THB lah jantungnya,” ujar Sekretaris Umum PB PON Papua, Elia Loupatty saat mempublikasikan Technical Hand Book (THB) PON XX di website PON, di Aula Otonom Kotaraja, Kota Jayapura.
THB biasanya diterbitkan jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan multi even. Tujuannya jelas, agar para peserta/kontingen bisa mempersiapkan diri sedari awal.
Pasalnya, dalam THB itu mengatur beberapa hal seperti, waktu dan tempat, nomor pertandingan yang dipertandingankan, Ketentuan Peserta, Jadwal Pertandingan Harian, Sistem Pertandingan, Pendaftaran Pertandingan, Upacara Penghormatan Pemenang (UPP), Peralatan dan perlengkapan Peserta, Dewan Hakim, wasit dan Juri, Ketentuan Protes dan banding, Prosedur pemanggilan Atlet, dan lain-lainnya.
Lantas bagaimana dengan penyelenggaraan Porprov Bali 2022, yang direncanakan bakal digelar pada 20 November mendatang? Nyatanya KONI Bali sebagai penyelenggara Porprov Gotong Royong tersebut, hingga kini belum menerbitkan THB tersebut. Padahal even dua tahunan yang tertunda karena pandemi covid-19 itu, tinggal beberapa bulan ke depan.
Wajar jika KONI Bali jadi sorotan KONI kabupaten/kota se-Bali yang notabene peserta Porprov. ”Kami di Denpasar betul-betul belum bisa berbuat banyak terkait pelaksanaan Porprov tanpa THB yang seharusnya sudah diterbitkan KONI Bali,” keluh Sekretaris KONI Denpasar, Made Darmiyasa.
Hal senada juga dikeluhkan Ketua Umum KONI Badung, Made Nariana. ”Kita juga sama dengan Denpasar dan juga kabupaten lainnya. Karena THB belum turun (terbit), peserta belum bisa pesan hotel, baju kontingen, dan kebutuhan lainnya terkait Porprov,” ujar Nariana saat dihubungi Senin (27/6/2022) pagi.
Kerena sangat pentingnya THB tersebut, Nariana mendesak KONI Bali agar secepatnya menerbitkan buku panduan Porprov dimaksud. ”Porprov tinggal 4 bulan kurang,” ketus Nariana yang juga mantan ketua umum KONI Bali itu.
Di bagian lain, Darmiyasa berinisiatif menghubungi KONI Bali untuk mempertanyakan kapan sebenarnya THB tersebut bakal diterbitkan. Tapi sayangnya, ia hanya mendapat jawaban ”siap salah” dari salah seorang pengurus teras KONI Bali. ”Apa cukup dengan jawaban itu (siap salah), sementara Porprov sudah semakin dekat,” cibir Darmiyasa.
Terkait THB tersebut, posmerdeka.com juga coba menghubungi Ketua Umum KONI Bali IGN. Oka Darmawan melalui panggilan suara whats App. Ada sinyal tersambung, tetapi tidak diangkat oleh Oka Darmawan. Ada apa ini? yes
























