BANYUWANGI – Pemkab Banyuwangi mendapat penghargaan bidang informasi dan komunikasi dari pemerintah pusat. Menimbang prestasi itu, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Gianyar tertarik menambah wawasan dan pengetahuan tentang pelayanan informasi dan komunikasi, khususnya bidang media.
Seperti Kamis (11/8/2022), Diskominfo Gianyar mengajak rombongan wartawan melakukan studi tiru media sosial ke Pemkab Banyuwangi.
Rombongan Diskominfo Gianyar bersama belasan wartawan media cetak, online dan televisi berkunjung ke Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kabupaten Banyuwangi. Mereka diterima Nafi Ferdian didampingi staf Humas Bidang Sosial Media, Muhamad Fikri Mustakim.
Pranata Humas Diskominfo Gianyar, Ni Luh Made Astiti, mengtakan, kedatangannya ke Banyuwangi merupakan rangkaian studi komparasi/studi tiru yang berlangsung hingga Sabtu (13/8/2022).
“Kami bersama wartawan yang bertugas di Gianyar ingin belajar banyak dari Dinas Kominfosandi Banyuwangi. Seperti yang kita ketahui, Banyuwangi memiliki inovasi terbaik di tingkat nasional hingga mendapat penghargaan, sehingga kami ingin belajar dan berbagi (pengalaman) dengan Dinas Kominfosandi Banyuwangi,” jelasnya.
“Dengan adanya studi tiru ini, kami berharap hal-hal baik yang terlaksana di Banyuwangi dapat diterapkan di Gianyar,” sambung Astiti.
Pranata Komputer (Prakom) Diskominfo Banyuwangi, Nafi Ferdian, mengaku senang mendapat kunjungan kehormatan dari kabupaten “Bumi Seni” Gianyar. “Kami sering dapat kunjungan dari kabupaten lain dari Bali. Mungkin Banyuwangi menarik buat teman-teman di Bali,” tuturnya.
Nafi memberi gambaran secara menyeluruh tentang kondisi pelayanan informasi publik di Banyuwangi. Dia menyebut memiliki tim di Bidang Komunikasi Publik, IT dan Persandian. Khusus medsos Banyuwangi, instansinya mengoptimalkan sejak tahun 2010 seperti Facebook, YouTube,Instagram, Tiktok dan medsos lainnya.
Untuk mendukung program ini, Pemkab Banyuwangi merangkul beberapa mitra media, memanfaatkan penyampaian informasi publik melalui baliho, videotron, maupun radio. Pemkab Banyuwangi, urainya, memiliki radio pemerintah, sehingga kegiatan Pemkab dapat disampaikan kepada masyarakat.
Pemkab juga bekerja sama dengan sejumlah media dan radio swasta di seluruh Banyuwangi. Dalam satu hari, Diskominfo Banyuwangi punya target minimal memposting dua berita. “Ada yang memang untuk web saja, ada juga konten kreatif di Instagram maupun Facebook,” urainya.
Kategori berita yang diposting tak jauh-jauh dari kegiatan pemerintah maupun program-program menarik pemerintah. Pemkab Banyuwangi, sambungnya, memantau berita-berita yang lagi viral, tidak harus acara seremonial belaka. Bisa juga terkait destinasi wisata, UMKM atau yang lain. Termasuk membuat pelbagai lomba mengadopsi penyampaian informasi dengan gaya kekinian.
Kini, lugasnya, Diskominfo Banyuwangi menggelar lomba vlog kesehatan dan gaya Tiktok. Pegawai puskesmas misalnya, diedukasi bagaimana PHBS secara sederhana, dan memakai bahasa kekinian untuk caption.
“Guna mengetahui konten kekinian, Diskominfo Banyuwangi sering mengadakan pelatihan melibatkan praktisi medsos yang sedang trending di Banyuwangi. Hal ini dilakukan untuk kekinian,” tandasnya. adi
























