Bawaslu RI Tepis Tidak Akur dengan KPU, Bawaslu Bali Upayakan Harmonisasi Hubungan Antar- Penyelenggara Pemilu

  • Whatsapp
KOMISIONER Bawaslu RI, Fritz Edward Siregar. Foto: ist
KOMISIONER Bawaslu RI, Fritz Edward Siregar. Foto: ist

MANGUPURA – Koordinasi di antara sesama lembaga penyelenggara Pemilu merupakan kunci suksesnya sebuah perhelatan demokrasi. Untuk mewujudkan harmonisasi antar- penyelenggara Pemilu itu, Bawaslu Bali menginisiasi Rapat Koordinasi Penyamaan Persepsi Penyelenggara Pemilu Terhadap Peraturan Perundang-Undangan Pemilu dan Pilkada 2024, Jumat (8/10/2021).

Karena temanya untuk harmonisasi hubungan antar-lembaga, Bawaslu Bali turut mengundang jajaran KPU Bali dan KPU kabupaten/kota seluruh Bali. Dari Bawaslu RI hadir komisioner Fritz Edward Siregar, bersama jajaran Bawaslu Bali yakni I Ketut Rudia, I Wayan Wirka, dan I Ketut Sunadra, yang didampingi Kepala Bagian Penanganan Pelanggaran, Penyelesaian Sengketa Proses, dan Hukum Bawaslu Bali, I Made Aji Swardhana. Para pengampu Divisi Hukum Bawaslu kabupaten/kota se-Bali juga turut hadir, begitu juga Ketua KPU Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan, serta para Ketua KPU kabupaten/kota se-Bali.

Bacaan Lainnya

Selain mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi Bawaslu Bali itu, Fritz menampik opini yang beredar di publik bahwa Bawaslu dan KPU yang terkesan “tidak akur”. “Saya senang dengan adanya kegiatan koordinasi antar-penyelenggara, ini juga sekaligus mematahkan stigma yang beredar bahwa Bawaslu dan KPU tidak akur. Padahal kita akur–akur saja kendati berbeda pendapat, bukankah perbedaan pendapat itu lumrah dalam proses berdemokrasi?” ucap komisioner berpostur sentosa itu.

Baca juga :  Langgar Ketertiban Umum, Pemilik Angkringan Didenda Rp200 Ribu

Kordiv Hukum, Humas, dan Datin Bawaslu RI tersebut juga berpesan bahwa komunikasi KPU dan Bawaslu harus selalu terjalin sebagai sesama penyelenggara. Dia beranggapan seluruh permasalahan yang terjadi selama ini dapat diselesaikan dengan komunikasi yang baik di antara kedua lembaga tersebut. “Saya selalu berpesan bagaimana kita sesama penyelenggara harus selalu menjaga komunikasi. Dengan komunikasi yang baik, saya kira permasalahan yang kita hadapi selama ini dapat terselesaikan, mari harmonisasikan hubungan antara Bawaslu dan KPU,” ajak Fritz pada akhir arahannya.

Sejalan dengan harapan Fritz, Rudia mendaku jajarannya dengan KPU Bali selama ini bekerja sama dengan baik  sebagaimana diamanatkan Undang-Undang. Dia juga memaparkan pelaksanaan kegiatan kali ini bertujuan untuk mempersiapkan dan meningkatkan sinergitas antar- penyelenggara dalam menghadapi Pemilu 2024 mendatang.

“Saya rasa selama ini Bawaslu Bali dengan KPU Bali telah bekerja sama dengan baik sebagaimana amanah Undang – Undang. Kegiatan ini merupakan inisiasi untuk mempersiapkan diri, baik Bawaslu Bali dan KPU Bali, dalam menyambut Pemilu dan Pilkada tahun 2024 mendatang,” ucap Rudia. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.