Banyak Siswa Tercecer, DPRD Bangli Minta SPMB Dievaluasi

ANGGOTA DPRD Bangli, Wayan Arton Krisna Putra. Foto: ist
ANGGOTA DPRD Bangli, Wayan Arton Krisna Putra. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, BANGLI – Pengumuman Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun pelajaran 2025/2026 untuk SMA/SMK di Bali dilaksanakan pada Sabtu (12/7/2025), dan mulai pendaftaran kembali Senin (14/7/2025). Hasilnya, banyak siswa di Bangli yang belum mendapat sekolah, dan membuat siswa serta orangtua siswa jadi kebingungan.  Menyikapi persoalan ini, anggota DPRD Bangli, Wayan Arton Krisna Putra, angkat bicara

Salah seorang orangtua siswa mengeluh kepada media menuturkan, anaknya sampai ini belum mendapat sekolah. Padahal dalam pendaftaran telah memilih tiga sekolah sebagai pilihan. ”Semua ketentuan telah diikuti, termasuk memilih maksimal tiga sekolah sebagai pilihan,” keluh Agung Mayun, Senin (14/7/2025)

Bacaan Lainnya

Lebih lanjut disampaikan, setelah melihat hasil pengumuman, ternyata anaknya tidak diterima di tiga sekolah yang dipilih. “Sebagai  orangtua tentu merasa bingung karena belum ada kejelasan terkait  di sekolah mana nanti melanjutkan pendidikan,” ujarnya bernada lesu.

Di kesempatan terpisah, Wayan Arton Krisna Putra, Senin (14/7/2025)  mengatakan, berkaca dari hasil pengumuman SPMB, masih banyak siswa di Bangli tingkat SMA/SMK  belum mendapat sekolah. ”Saya juga mendapat informasi seperti itu, siswa  tidak terakomodir di salah satu sekolah dari tiga sekolah pilihan,” papar politisi PDIP ini.

Dia berharap pihak yang menaungi masalah SPMB di Bali segera  mencarikan jalan keluar, agar ada kepastian bagi siswa yang belum mendapat sekolah. Jika semakin lama tidak ada kejelasan, tentu akan berimbas pada psikologi anak.

Menyikapi masalah ini, dia mendapat informasi bagi siswa yang belum mendapat sekolah/tidak mendaftar agar segera mencari informasi di mana sekolah yang masih memiliki daya tampung, dan dapat bertanya ke Posko SPMB Disdik. “Siswa  yang belum diterima diminta agar proaktif bertanya,” saran politisi asal Desa Songan, Kintamani ini.

Yang menjadi pertanyaan, imbuhnya, nanti siswa yang belum mendapat sekolah tidak menutup kemungkinan akan mendapat sekolah yang jauh dari asal siswa. Misal siswa dari Bangli bisa saja ditampung di sekolah yang ada di Kintamani. “Kami berharap sistem SPMB  dievaluasi agar ke depan tidak ada lagi siswa yang  tidak mendapat sekolah. Atau begitu pengumuman, semua siswa bisa  telah diterima di sekolah sesuai dengan aturan yang berlaku,” pungkasnya. gia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses