Banyak Pasien Tak Mampu Bayar, RSUD Buleleng Catat Piutang Rp600 Juta

ILUSTRASI. RSUD Buleleng mencatat terdapat piutang dari pasien yang tidak mampu sebesar Rp600 juta sejak Januari hingga November 2020. Foto: net
ILUSTRASI. RSUD Buleleng mencatat terdapat piutang dari pasien yang tidak mampu sebesar Rp600 juta sejak Januari hingga November 2020. Foto: net

BULELENG – RSUD Buleleng mencatat terdapat piutang dari pasien yang tidak mampu sebesar Rp600 juta sejak Januari hingga November 2020. Melihat adanya piutang yang cukup besar ini, RSUD Buleleng mengusulkan ke Pemkab Buleleng agar piutang itu dapat diputihkan, mengingat pasien dalam kondisi tidak mampu.

Direktur RSUD Buleleng, dr. Putu Arya Nugraha, mengatakan, piutang itu muncul karena adanya pasien tidak mampu membayar selama menjalani perawatan. Dalam sebulan rata-rata nominal para pasien yang tidak mampu membayar mencapai sekitar Rp55 juta.Selain tidak mampu, para pasien juga tidak memiliki jaminan kesehatan.

Read More

Menurut Arya Nugraha, pihak rumah sakit sudah berupaya melakukan penagihan, termasuk memberikan keringanan kepada para pasien agar bisa menyicil utangnya tanpa dikenakan bunga.Hanya saja, kebijakan itu nyatanya tidak sanggup dilakukan oleh para pasien. “Banyak pasien yang tidak mampu membayar cicilan. Saat dicek, memang mereka dalam kondisi tidak mampu,” katanya, Senin (14/12/2020).

Karena para pasien tidak mampu membayar, Arya Nugraha mengaku tidak bisa mengambil tindakan tegas seperti penyitaan aset. Sebab, penyitaan aset itu cenderung menambah beban dari pasien itu sendiri. Oleh karena itu,kata dia, sebagai solusi jika memang memungkinkan menggunakan skema dana talangan. “Untuk pemutihan piutang, proses agak panjang. Faktanya mereka tidak mampu dan tidak memiliki jaminan, harus ada skema lain. Dalam kesepakatan saat itu, pasien diperbolehkan dengan perjanjian hitam di atas putih, bersedia untuk menyicil. Namun kenyataan sampai sekarang mereka tidak mampu menyicil,” kata Arya Nugraha.

Dia menjelaskan,sejatinya piutang ini terjadi setiap tahun. Tahun 2019, piutang dari pasien tidak mampu juga berkisar Rp600 juta. Saat ini pihaknya sedang melakukan pendekatan dengan Pemkab Buleleng serta DPRD Buleleng untuk mencari solusi terbaik. Sehingga, persoalan ini segera bisa teratasi dengan skema-skema yang ditentukan.

“Kami tidak selalu memikirkan soal pendapatan, tapi lebih mengedepankan pelayanan sosial untuk masyarakat. Ya, mudah-mudahan ada solusi dari Pemkab dan DPRD, karena selama pandemi ini pendapatan RSUD juga sangat tertekan,” pungkas Arya Nugraha. rik

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.